Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Heli Water Bombing Rusak Rumah Warga, Seorang Anak Alami Memar

Idil Aqsa Akbary • Jumat, 1 Agustus 2025 | 10:00 WIB
DAMAI: Perwakilan keluarga korban bersalaman dengan koordinator helikopter water bombing disaksikan jajaran BPBD Kalbar dan aparat setempat, sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan atas inside
DAMAI: Perwakilan keluarga korban bersalaman dengan koordinator helikopter water bombing disaksikan jajaran BPBD Kalbar dan aparat setempat, sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan atas inside

PONTIANAK POST – Sebuah rumah warga di Dusun Bale, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, mengalami kerusakan akibat angin kencang yang ditimbulkan helikopter water bombing saat mengambil air untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seorang anak mengalami memar akibat tertimpa material bangunan.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial (medsos) itu langsung direspons cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar). BPBD memfasilitasi pertemuan antara pihak keluarga terdampak dan koordinator helikopter guna menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Pertemuan yang digelar pada, Kamis (13/7) tersebut turut dihadiri Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel Umar, Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, serta unsur BPBD Kubu Raya, Camat Sungai Ambawang, perangkat Desa Durian, dan babinsa setempat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalbar, Novel Umar, mengatakan helikopter mengambil air dari lokasi terdekat lantaran titik api sulit dijangkau dan waktu pemadaman terbatas. 

“Memang perlu gerak cepat, tetapi kami sudah menekankan agar ke depan pihak helikopter lebih berhati-hati dalam pengambilan air agar tidak membahayakan masyarakat,” kata Novel.

Pantauan di lapangan menunjukkan bagian depan atap rumah warga rusak diterpa angin dari baling-baling helikopter. Tak hanya itu, rumah motor air yang berada di samping rumah utama juga mengalami kerusakan pada bagian atap daun.

Satu anggota keluarga, Aurelia (12), mengalami memar di kaki, bahu, dan punggung setelah tertimpa material dari rumah motor air yang roboh. “Saya waktu itu sedang baring di teras rumah. Tiba-tiba helikopter turun dekat rumah, lalu rumah motor air roboh. Saya tidak sempat lari karena sudah terhalang bangunan,” cerita Aurelia.

Aurelia mengaku helikopter kerap mengambil air di sungai tersebut dan baru kali ini menyebabkan kerusakan. “Puluhan kali mereka ambil air, tapi baru kali ini sampai menyebabkan atap jatuh,” katanya.

Untuk memastikan kondisi kesehatannya, pihak keluarga akan membawa Aurelia ke rumah sakit guna pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen.

Koordinator helikopter water bombing, Teddy, telah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada keluarga terdampak dan menyerahkan ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan.

“Saya sampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga. Kami sudah memberi briefing tegas kepada kru agar saat pengambilan air, dilakukan secara lebih hati-hati dengan memperhatikan keselamatan warga,” ujar Teddy usai pertemuan.

Ia juga menegaskan bahwa penyiraman udara tetap akan dilakukan karena titik api sulit dijangkau dan tidak tersedia sumber air yang cukup di sekitar lokasi kebakaran.

Sementara itu, Ignasius Loren, perwakilan keluarga, menyatakan bahwa persoalan telah selesai secara kekeluargaan dan tidak akan diperpanjang. “Masalah apa saja yang rusak sudah dikalkulasikan dan disepakati ganti ruginya. Terima kasih kepada BPBD Kalbar, BPBD Kubu Raya, bupati, perangkat kecamatan, desa, dan babinsa yang turun langsung,” katanya.

Hal senada disampaikan Camat Sungai Ambawang, Jurin. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan dan perbaikan rumah akan ditanggung sepenuhnya. “Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang. Kami apresiasi langkah cepat semua pihak yang sudah turun tangan,” ujarnya.(bar)

Editor : Hanif
#viral #kekeluargaan #medsos #rusak #BPBD KALBAR #rumah warga #memar #SUNGAI AMBAWANG #helikopter