PONTIANAK POST — Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubu Raya Qomaruzzaman mengatakan saat ini KPU RI telah menurunkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) kepada seluruh KPU kabupaten/kota, termasuk Kubu Raya, dengan total 23.283 data pemilih.
“Rinciannya, pemilih keluar sebanyak 1.719, pemilih masuk 1.820, dan DP4 tersaring 1.379 data, yang terdiri atas Polri 12, TNI 35, nonaktif 13, meninggal 1.319, perubahan nama 852, status ubah 6.804, pemilih baru 10.351, serta tanggal ubah 358. Data ini akan menjadi dasar pemutakhiran dan sinkronisasi daftar pemilih pada periode berikutnya,” ucap Qomaruzzaman, Senin (27/10) saat mengikuti Rapat Evaluasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025 yang digelar Bawaslu Kubu Raya, Senin (27/10), di ruang rapat sekretariat Bawaslu Kubu Raya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kubu Raya Encep Endan, menegaskan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap data DP4 guna mencegah ketidaksesuaian pada Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Dan tentunya setiap tahapan pemutakhiran data harus dilaksanakan secara transparan, akurat, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Encep.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kubu Raya Gustiar, memaparkan hasil pengawasan PDPB Triwulan III yang masih menemukan sejumlah catatan, di antaranya adanya pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) yang masih tercantum dalam daftar serta pemilih pindah domisili yang belum diperbarui datanya.
“Kami akan terus mendorong peningkatan koordinasi antara Bawaslu, KPU, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk meminimalisir permasalahan tersebut,” ucap Gustiar.
Rapat evaluasi tersebut dinilai Gustiar menjadi ruang strategis dalam memperkuat sinergitas antara Bawaslu dan KPU Kabupaten Kubu Raya, dengan tujuan memastikan daftar pemilih yang akurat dan mutakhir menjelang tahapan Pemilu dan Pilkada mendatang.
“Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kubu Raya berharap hasil evaluasi PDPB Triwulan III dapat menjadi dasar perbaikan sekaligus penguatan pengawasan pada periode berikutnya, demi terwujudnya data pemilih yang valid, berkualitas, dan mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif