Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

198 Lulusan Akademi Paradigta Kubu Raya Diwisuda, Bupati Soroti Peran Perempuan

Ashri Isnaini • Jumat, 9 Januari 2026 | 13:20 WIB
WISUDA: Wisuda Akademi Paradigta Indonesia Kubu Raya diikuti 198 wisudawati dari sembilan kecamatan dan dipimpin langsung Bupati Kubu Raya Sujiwo, Rabu (7/1).
WISUDA: Wisuda Akademi Paradigta Indonesia Kubu Raya diikuti 198 wisudawati dari sembilan kecamatan dan dipimpin langsung Bupati Kubu Raya Sujiwo, Rabu (7/1).

PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa penguatan kapasitas perempuan merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas serta mendorong percepatan pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat mewisuda 198 lulusan Akademi Paradigta Indonesia (API) Angkatan Kubu Raya di Aula Praja Utama, Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (7/1).

Para wisudawati tersebut berasal dari 20 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Sujiwo menilai, kaum perempuan memiliki peran strategis yang melampaui lingkup keluarga, yakni sebagai pengawal keberhasilan berbagai program pemerintah.

Menurut Sujiwo, kurikulum dan metode pendidikan di Akademi Paradigta terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri para peserta. Hal ini dianggap selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Peran strategis perempuan itu sangat besar. Perempuan adalah tiang negara sekaligus sekolah pertama bagi anak-anak sebelum mereka mengenal pendidikan formal," ujar Sujiwo.

Ia menambahkan, pendidikan karakter dan nilai-nilai dasar anak bermula dari ibu. Oleh karena itu, menguatkan kapasitas perempuan sama dengan memperkuat fondasi bangsa dan kualitas generasi masa depan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Kubu Raya berjanji terus memperkuat dukungan anggaran bagi program pemberdayaan perempuan. Sujiwo menyatakan telah mengalokasikan tambahan anggaran untuk honor mentor serta mendukung kegiatan serupa di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dia berharap program tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak perempuan desa di masa mendatang.

"Langkah ini bertujuan agar perempuan memiliki ruang berkelanjutan untuk belajar, berjejaring, dan berkontribusi bagi masyarakat," imbuhnya. Ia berharap API terus melahirkan perempuan tangguh yang mampu menjadi agen perubahan di desa masing-masing.

Ketua Komite Nasional Pendidikan API, Nani Zulminarni, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan oleh Lembaga Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Australia serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Di Kubu Raya, pendidikan terstruktur bagi kader perempuan desa ini telah berlangsung sejak tahun 2016. Nani menekankan bahwa API hadir untuk membekali perempuan desa dengan pengetahuan, keterampilan, dan potensi kepemimpinan.

"Kami berharap para alumni dapat mengaplikasikan ilmu dan wawasan yang didapat untuk terus berpartisipasi membangun daerah, yang dimulai dari desa masing-masing," pungkas Nani. (ash)

Editor : Hanif
#pendidikan perempuan #akademi paradigta #Generasi Berkualitas #pembangunan Sumber Daya Manusia #sujiwo #kubu raya