PONTIANAK POST – Jajaran Polsek Sungai Ambawang menyerahkan 58 buku gratis kepada Rumah Baca Masyarakat Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kamis (26/2). Kegiatan itu dirangkai dengan buka puasa bersama sekitar 30 remaja dan anak-anak setempat.
Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Reyden Fidel Armada menyerahkan langsung buku-buku yang terdiri atas pengetahuan umum dan novel tersebut kepada pengelola di rumah baca yang berlokasi di Jalan Trans Kalimantan Km 14 RT 001/RW 001. Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Jawa Tengah Aiptu Hery Rovidin, Bhabinkamtibmas Desa Lingga Aipda Husin Asyhari, Kepala Dusun Karya II, Masrup, pengelola rumah baca, Dedi Riyanto, serta tokoh masyarakat Karyadi.
Pengelola rumah baca, Dedi Riyanto mengatakan rumah baca itu lahir pada 2021 dari inisiatif para remaja desa. Keterbatasan fasilitas literasi mendorong mereka memanfaatkan sebuah rumah sederhana sebagai ruang membaca sekaligus tempat berkegiatan.
“Perpustakaan ini memang sederhana, tetapi berdiri dari niat tulus teman-teman remaja untuk meningkatkan literasi. Karena belum ada perpustakaan di sini, kami memanfaatkan rumah ini sebagai ruang baca sekaligus ruang kegiatan masyarakat,” ujar Dedi.
Menurut dia, rumah baca tak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga lokasi pelatihan, pengajian, dan kegiatan sosial. Inisiatif tersebut bahkan mendapat apresiasi hingga tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional melalui Perpustakaan Nasional RI.
Sementara itu, Kapolsek Sungai Ambawang, Iptu Reyden Fidel Armada menegaskan kehadirannya bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Dia ingin membangun komunikasi langsung dengan para remaja dan memberi motivasi.
“Rumah Baca ini memiliki motto luar biasa, sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama. Dalam falsafah Jawa dikenal ‘urip iku urup’, hidup harus memberi cahaya bagi orang lain,” katanya.
Rayden pun mendorong pelajar berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Namun, dia mengingatkan keberhasilan tak cukup hanya dengan mimpi, melainkan juga doa, kerja keras, dan ketekunan.
Pada kesempatan itu, Reyden juga menyinggung perilaku negatif yang kerap muncul selama Ramadan, seperti perang sarung, balap liar, hingga penyalahgunaan narkotika. Dia mengingatkan adanya modus baru penyalahgunaan zat terlarang melalui cairan rokok elektrik, makanan, dan minuman.
Baca Juga: Ramadhan Fair Singkawang 2026 Hadirkan Lomba Hias Kampung hingga Meriam Karbit
“Jangan sampai keinginan untuk terlihat menonjol justru membawa ke arah yang salah. Salurkan energi ke kegiatan positif,” ujarnya.
Selain itu, dia menyoroti penggunaan telepon genggam dan internet di kalangan remaja. Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menurut dia, semestinya dimanfaatkan untuk hal produktif, bukan untuk menyebarkan hoaks atau konten negatif.
Reyden juga mengajak masyarakat mendukung keberadaan rumah baca dengan menyumbangkan buku layak baca. “Dan tentunya, ruang literasi semacam ini dapat menjadi alternatif kegiatan positif di tengah derasnya arus digitalisasi,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif