PONTIANAK POST – Melihat kondisi rumah warga yang nyaris roboh dan memprihatinkan di Desa Arang Limbung, pada Senin (16/3) mendorong Bupati Kubu Raya, Sujiwo memastikan perbaikan rumah tersebut segera dilakukan setelah Lebaran.
Saat turun langsung ke lapangan, Sujiwo menilai, kondisi rumah warga tersebut dinilai membahayakan. Dinding rumah tampak rapuh, sementara struktur lainnya sudah tidak kokoh dan berpotensi ambruk sewaktu-waktu.
Di hadapan pemilik rumah, Vita, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah tidak akan membiarkan warganya tinggal dalam kondisi yang mengancam keselamatan.
“Kita pastikan habis Lebaran nanti rumah ini kita bongkar dan kita bangun. Saya akan bertanggung jawab,” ucap Sujiwo.
Diapun meminta organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan pendataan serta menyiapkan langkah percepatan pembangunan. Menurut dia, skema pembiayaan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
“Apakah nanti bisa diintervensi pakai APBD atau tidak, tetap ini harus kita bangun. Saya akan bertanggung jawab secara pribadi,” ujarnya.
Selain itu, Sujiwo juga membuka peluang penyelesaian melalui pendekatan kemanusiaan apabila terdapat kendala administratif, seperti persoalan lahan. Dia menyebut gotong royong bisa menjadi alternatif agar pembangunan tetap berjalan.
“Kalau memang nanti ada kendala, kita akan handle dengan gotong royong. Yang penting rumah ini bisa dibangun,” ucapnya.
Menurut Sujiwo, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memastikan setiap warga dapat tinggal dengan aman dan nyaman.
Dia berharap keluarga pemilik rumah dapat bersabar menunggu proses pembangunan yang direncanakan dimulai setelah Lebaran. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mempercepat realisasi agar rumah tersebut segera bisa ditempati kembali dalam kondisi yang lebih layak.
“Semoga keluarga beliau dapat bersabar. Kita berkomitmen memastikan rumah ini segera berdiri kembali,” ucap Sujiwo. (ash)
Editor : Miftahul Khair