PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mencanangkan Masjid Agung Awwaluddin di Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Sungai Raya, sebagai ruang inklusif bagi masyarakat. Ke depan, masjid ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial warga.
“Alhamdulillah, Salat Id kemarin, merupakan kali kedua saya bersama jajaran dan masyarakat bisa melaksanakan salat Id di masjid Agusng Awwaludin ini,” kata Sujiwo, Kamis (26/3) di Sungai Raya.
Menurutnya, Masjid Awwaluddin sebelumnya hanya berstatus masjid biasa. Namun, melalui inisiatif pemerintah daerah yang disertai persetujuan masyarakat dan pengurus masjid, statusnya ditingkatkan menjadi masjid agung melalui peraturan bupati.
“Dulu ini hanya Masjid Awwaluddin. Kami mengundang takmir dan meminta persetujuan masyarakat, termasuk kepala desa, agar masjid ini ditingkatkan statusnya menjadi masjid agung,” jelas Sujiwo.
Selain perubahan status, pembangunan fisik masjid juga terus dikebut. Sujiwo mengatakan, dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp4 miliar turut mempercepat progres pembangunan yang saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Dia menargetkan pembangunan rampung sepenuhnya pada tahun depan. Setelah itu, pengelolaan akan dilanjutkan dengan pemanfaatan ruang secara optimal, termasuk bagian bawah masjid yang direncanakan menjadi gedung serbaguna.
“Target kita tahun depan selesai 100 persen. Nanti Dinas Pekerjaan Umum akan menyelesaikan pembangunan, dan bagian bawah dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Sujiwo juga menekankan pentingnya pengelolaan masjid secara modern. Dia berharap Masjid Agung Awwaluddin tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, masjid idealnya mampu mendorong aktivitas produktif, seperti pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembinaan remaja masjid, hingga kegiatan sosial lintas komunitas.
“Masjid itu harus dirasakan manfaatnya secara luas. Bisa memberdayakan UMKM, remaja masjid, bahkan keberadaannya juga dirasakan oleh umat nonmuslim,” ungkap Sujiwo.
Dia pun mengajak masyarakat untuk turut mendukung penyelesaian pembangunan masjid tersebut, baik melalui doa maupun partisipasi aktif.
“Kami memohon doa masyarakat agar pembangunan ini bisa selesai sesuai target dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kubu Raya,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif