Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bupati Sujiwo Larang Warga Bakar Lahan, Ingatkan Dampak Buruk Kabut Asap bagi Ekonomi

Ashri Isnaini • Senin, 30 Maret 2026 | 13:30 WIB

 

Sujiwo
Sujiwo

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. Mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), katanya, kondisi tersebut dinilai berisiko memicu kembali kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk di Kubu Raya.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri. Tidak ada alasan apa pun melakukan aktivitas dengan cara membakar lahan maupun hutan,” kata Sujiwo kepada Pontianak Post, Minggu, (29/3) di Sungai Raya.

Dia menegaskan, dampak Karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan. Kebakaran lahan, menurut dia, memiliki efek berantai yang luas, mulai dari terganggunya kesehatan masyarakat hingga melambatnya aktivitas ekonomi.

Sujiwo menjelaskan, kabut asap akibat kebakaran kerap memaksa penutupan aktivitas di sekolah karena jarak pandang yang terbatas dan kualitas udara yang memburuk. Kondisi ini berdampak langsung pada proses belajar mengajar.

“Kalau kabut sudah tebal, sekolah bisa diliburkan. Ini tentu mengganggu dunia pendidikan,” ujarnya.

Selain itu, meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Dia menyebut, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi pihak yang paling terdampak ketika kualitas udara menurun akibat asap karhutla.

Tak hanya itu, Sujiwo juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan. Aktivitas transportasi, khususnya penerbangan, berpotensi terganggu ketika kabut asap menyelimuti wilayah. Hal ini, menurut dia, akan berimbas pada pergerakan ekonomi dan iklim investasi di daerah.

“Penerbangan bisa terhenti, distribusi terganggu. Ini akan berdampak pada ekonomi dan investasi,” kata dia.

Karena itu, Sujiwo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dia menekankan upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu terlibat langsung dalam pemadaman, melainkan cukup dengan mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Karhutla ini tanggung jawab kita bersama. Cukup dengan tidak membakar lahan dalam kondisi apa pun, itu sudah menjadi kontribusi besar dalam mencegah bencana akibat dampak Karhutla,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#pendidikan #Bupati Kubu Raya #karhutla #kesehatan #kabut asap #ekonomi daerah