PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur melalui peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar pelatihan bersama Balai Bahasa Kalimantan Barat yang diikuti pejabat dari seluruh perangkat daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (14/4) tersebut diikuti pejabat administrator (eselon III) dan pejabat pengawas (eselon IV) dari seluruh perangkat daerah hingga kecamatan di Kubu Raya.
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengapresiasi atas fasilitasi dari Balai Bahasa Kalbar dalam mendukung peningkatan kompetensi aparatur.
“Alhamdulillah, hari ini kita mendapat fasilitasi untuk menyelenggarakan kegiatan dalam rangka peningkatan kemahiran kita dalam berbahasa Indonesia,” ujarnya, Selasa (14/4) usai saat membuka kegiatan di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Lantik 240 Pejabat Fungsional, Tekankan Disiplin dan Kinerja ASN Sejak Awal Jabatan
Yusran menegaskan, bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman suku dan bahasa di Indonesia. Tanpa adanya bahasa persatuan, menurutnya, komunikasi dan persatuan nasional akan sulit terwujud.
“Kalau tidak disatukan dengan bahasa Indonesia, saya tidak dapat membayangkan bagaimana komunikasi dan persatuan NKRI ini. Oleh karena itu, bahasa Indonesia sangat penting untuk diterapkan dan diimplementasikan dengan baik dan benar,” tegasnya.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), Yusran menilai justru menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa.
“Bahasa Indonesia tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dari akar budaya bangsa yang beragam. Ini yang harus kita pertahankan,” katanya.
Dia juga menilai kemajuan teknologi, termasuk penggunaan perangkat penerjemah berbasis AI, dapat menjadi alat bantu tanpa harus menggeser penggunaan bahasa Indonesia.
Baca Juga: PMI Kota Pontianak Berikan Pin Emas kepada 63 Pendonor Darah yang Telah Donor Lebih dari 100 Kali
“Saya juga menggunakan tools seperti penerjemah di ponsel. Tidak harus menguasai banyak bahasa asing, cukup dengan bahasa Indonesia kita bisa berkomunikasi dengan bantuan teknologi. Justru di era global ini, eksistensi bahasa Indonesia harus tetap kita jaga,” tambahnya.
Yusran juga berharap sektor pendidikan turut berperan aktif dalam menanamkan dan meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia sejak dini, terutama bagi generasi muda.
“Sektor pendidikan memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak kita agar tetap memahami dan mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, benar, dan mahir,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif