Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kesbangpol Kubu Raya Libatkan Ormas dan Pemuda untuk Cegah Penyebaran Paham Radikalisme

Ashri Isnaini • Senin, 4 Mei 2026 | 13:44 WIB
Amini Maros
Amini Maros

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat.

Kepala Kesbangpol Kubu Raya, Amini Maros, mengatakan potensi penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan tetap ada, meski tidak selalu terlihat secara kasatmata.

“Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dan posisi wilayah kita sebagai kawasan hinterland potensi itu tetap ada. Karena itu perlu langkah antisipatif sejak dini,” ujarnya kepada Pontianak Post, Minggu (3/5) di Sungai Raya.

Sebagai upaya pencegahan, kata Amini Maros pihaknya akan melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) serta kalangan muda, termasuk alumni Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tergabung dalam Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) untuk ikut mengedukasi masyarakat.

Baca Juga: Kemacetan dan Semrawut Lalu Lintas Pontianak

Menurut Amini Maros, kelompok ini dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah.

“Mereka kita dorong untuk memberikan edukasi kepada generasi muda, terutama di sekolah-sekolah, agar memiliki pemahaman yang kuat tentang Pancasila dan kebangsaan,” jelasnya.

Dia menegaskan, penguatan ideologi Pancasila di kalangan pelajar menjadi penting untuk menangkal masuknya berbagai paham dari luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai bangsa.

Di sisi lain, Amini Maros juga menyoroti peran penting keluarga dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran paham radikalisme tidak lagi terbatas oleh ruang dan wilayah.

“Sekarang ini tidak terbatas wilayah. Bahkan di daerah yang jauh dari kota, potensi itu tetap ada karena akses informasi melalui smartphone,” katanya.

Baca Juga: Festival Mattompang di Pontianak Perkaya Khazanah Budaya dan Perkuat Identitas Etnis Bugis

Untuk itu, dia pun mengingatkan orang tua agar lebih aktif mengawasi serta membimbing anak dalam menggunakan media sosial secara bijak. Penguatan literasi digital dinilai menjadi kunci dalam mencegah anak terpapar konten negatif.

“Perlu kedewasaan dan pengawasan dari orang tua. Jangan sampai anak-anak kita terpengaruh paham-paham dari luar yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#paham radikalisme #kesbangpol #Ormas #kubu raya #penyebaran