Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gemarikan Perlu Dibarengi Program Budidaya, Sujiwo: Kampanye Makan Ikan Tak Cukup Seremoni

Ashri Isnaini • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:56 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kubu Raya, Atzebiyatulensi menghadiri kegiatan Gemarikan di Sungai Raya. Keduanya mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai upaya mencetak generasi sehat dan cerdas. (Prokopim Kubu Raya)
Bupati Kubu Raya, Sujiwo didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kubu Raya, Atzebiyatulensi menghadiri kegiatan Gemarikan di Sungai Raya. Keduanya mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai upaya mencetak generasi sehat dan cerdas. (Prokopim Kubu Raya)

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi dan seremonial semata. Menurutnya, kampanye gemar makan ikan harus didukung program nyata melalui pengembangan budidaya ikan berbasis masyarakat hingga ke tingkat desa.

Hal itu disampaikan Sujiwo usai membuka kegiatan Gemarikan di TK Angkasa Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (11/6).

Menurut Sujiwo, keluarga memiliki peran penting dalam membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak usia dini. Orang tua tidak hanya mengenalkan berbagai jenis ikan, tetapi juga perlu menjelaskan manfaat gizi yang terkandung di dalamnya.

"Orang tua harus mengenalkan nama-nama ikan dan manfaatnya kepada anak-anak. Jadi mereka bukan hanya tahu jenis ikannya, tetapi juga memahami manfaat yang terkandung di dalam ikan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: BPBD Kubu Raya Usulkan Tambahan Peralatan Pemadam untuk Antisipasi Karhutla

Ia mencontohkan Jepang sebagai negara dengan tingkat konsumsi ikan yang tinggi. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini turut mendukung kualitas sumber daya manusia di negara tersebut.

"Fakta membuktikan orang Jepang otaknya pintar-pintar. Setelah didalami, ternyata mereka sudah mengenal ikan bahkan sejak dalam kandungan karena orang tuanya rutin mengonsumsi ikan," katanya.

Meski demikian, Sujiwo menilai kondisi Indonesia tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan Jepang. Namun, ia meyakini kebiasaan mengonsumsi ikan secara rutin dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak.

"Yakin dan percayalah, kebiasaan makan ikan akan berdampak pada perkembangan fisik maupun perkembangan otak anak. Itu tujuan utamanya," tegasnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Sujiwo meminta Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya menghadirkan program yang konkret. Ia mendorong pemanfaatan kolam, parit, selokan, maupun lahan perairan yang belum dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Baca Juga: Kapal Penangkap Ikan Terbakar di Dermaga Pemangkat, Kerugian Capai Rp800 Juta

Menurutnya, sejumlah lokasi, termasuk kolam dan saluran air di kawasan Lanud Supadio maupun lingkungan permukiman warga, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan.

"Kalau hanya gerakan seremonial tanpa didukung gerakan nyata, akhirnya sulit. Kondisi ekonomi sekarang juga tidak mudah. Jangan sampai masyarakat ingin membeli ikan tetapi tidak punya uang. Karena itu, gerakan ini harus ditopang program yang benar-benar berjalan," ujarnya.

Sujiwo berharap setiap desa memiliki kelompok pembudi daya ikan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat setempat. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap sumber protein berkualitas menjadi lebih mudah dan terjangkau.

Ia mengatakan, konsep tersebut telah mulai dicontohkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui pemanfaatan saluran air di depan Kantor Bupati sebagai lokasi budidaya ikan.

"Pesan moralnya harus sampai ke desa-desa. Ikan dipelihara di kolam atau parit, setelah besar bisa dipanen dan dikonsumsi masyarakat, termasuk untuk kebutuhan gizi anak-anak," katanya.

Baca Juga: Pemkab Landak Dorong Gemarikan untuk Turunkan Stunting

Menurut Sujiwo, keberadaan budidaya ikan berbasis masyarakat dapat menjadi solusi ketika kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk membeli ikan di pasaran.

"Ketika ada gerakan seperti ini harus ada dukungan program nyata dari Dinas Perikanan. Paling tidak saat masyarakat ingin makan ikan tetapi tidak punya uang, mereka bisa mengambil dari kolam atau parit yang sudah dibudidayakan," ucapnya.

Sementara itu, Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap upaya peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.

Sidik menilai Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

"Nikmat luar biasa ada di lautan. Kekayaan laut kita sangat besar, tetapi masih sedikit yang dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi anak-anak," katanya.

Ia menambahkan, persaingan pada masa depan akan semakin ketat sehingga generasi muda perlu dipersiapkan dengan asupan gizi yang memadai.

"Sekarang anak-anak harus bersaing di masa depan. Karena itu otaknya harus diisi vitamin dan nutrisi yang dapat mendukung mereka berkompetisi," tuturnya.

Sidik juga mengingatkan para orang tua, terutama ibu, untuk lebih sering menyajikan ikan sebagai menu keluarga. Ia mengajak masyarakat mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan yang dinilai kurang baik bagi kesehatan anak.

"Kadang-kadang makanan cepat saji justru meracuni anak-anak. Padahal makanan Indonesia jauh lebih berkualitas dan kaya gizi," pungkasnya. (ash)

Editor : Hanif
#Budidaya Ikan #Bupati Kubu Raya #gemarikan #sumber daya kelautan