PONTIANAK POST – Massa Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar unjuk rasa di depan Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Jalan Adisucipto KM 7, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (8/7).
Personel Polres Kubu Raya bersama TNI mengedepankan strategi pengamanan yang simpatik dan humanis saat mengawal aksi unjuk rasa tersebut.
Pendekatan persuasif tersebut membuat aksi penyampaian aspirasi terkait pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu pelayanan publik maupun ketertiban umum.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.05 WIB itu diikuti sekitar 200 massa BPM Kalbar di bawah komando Ketua Umum BPM DPP Kalbar, Gusti Edy. Dalam orasinya, massa menyampaikan kekecewaan terhadap pemadaman listrik yang dinilai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
Kata Gusti Edi, massa membawa empat tuntutan utama kepada manajemen PLN UID Kalbar. Pertama massa meminta pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh tanpa penundaan. Kedua, menolak adanya beban tambahan kepada pelanggan di tengah kualitas layanan yang dinilai belum optimal.
Ketiga, mendesak pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak, baik berupa pembebasan biaya beban, potongan tarif, maupun ganti rugi atas kerusakan peralatan elektronik. Keempat, meminta jaminan keandalan pasokan listrik bagi fasilitas publik seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan instalasi pengolahan air bersih.
“Selain itu, kami juga meminta PLN membuka secara transparan mekanisme kompensasi kepada pelanggan, mengevaluasi kinerja jajaran terkait, serta mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut penyebab gangguan kelistrikan yang terjadi di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan manajemen PLN UID Kalbar menerima perwakilan demonstran untuk berdialog. Dalam pertemuan itu, pihak PLN menjelaskan penyebab gangguan sistem kelistrikan, langkah percepatan pemulihan jaringan, serta mekanisme pemberian kompensasi bagi pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pengamanan aksi melibatkan 115 personel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres Kubu Raya AKP Samidi selaku Koordinator Pengamanan.
Personel yang diterjunkan terdiri atas jajaran Polres Kubu Raya, Polsek Sungai Raya, 20 personel Kodim 1207/Pontianak, lima personel Ditpamobvit Polda Kalbar, 15 personel Tim Tanggap Darurat PLN, serta tiga personel PMI Kota Pontianak yang disiagakan untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade menegaskan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara aman sekaligus menjaga objek vital nasional tetap beroperasi.
"Kehadiran personel gabungan TNI-Polri di lapangan bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan menjadi jembatan pengaman agar penyampaian pendapat oleh rekan-rekan BPM Kalbar dapat berjalan secara tertib, damai, dan aman. Kami mengedepankan pendekatan humanis demi menjaga kondusivitas wilayah hukum Kubu Raya," ujarnya.
Ade mengatakan, koordinasi yang baik antara aparat keamanan, koordinator lapangan, dan peserta aksi menjadi faktor penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa insiden.
"Kami mengapresiasi kerja sama dari korlap dan massa aksi yang mampu menjaga ketertiban selama menyampaikan tuntutan. Di sisi lain, kehadiran kami juga memastikan objek vital nasional seperti Kantor PLN tetap berfungsi memberikan pelayanan. Alhamdulillah, aksi selesai dalam keadaan aman dan terkendali," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair