PONTIANAK POST –Kabupaten Kubu Raya dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan paling pesat di Kalimantan Barat. Meski tergolong sebagai kabupaten termuda di provinsi ini, wilayah yang beribu kota di Kecamatan Sungai Raya tersebut menyimpan sejarah panjang yang berakar dari keberadaan Kesultanan Kubu atau Kerajaan Kubu yang pernah berjaya ratusan tahun silam.
Kini, Kubu Raya tidak hanya menjadi pintu gerbang Kalimantan Barat melalui Bandara Supadio, tetapi juga memiliki kisah sejarah yang menarik untuk ditelusuri.
Berawal dari Kesultanan Kubu
Baca Juga: Menyusuri Jejak Perantau Hadramaut Yaman yang Membangun Kerajaan Kubu di Kalbar
Nama Kubu Raya ternyata bukan muncul begitu saja ketika daerah ini dimekarkan menjadi kabupaten.
Menurut informasi yang dihimpun serta penuturan akun TikTok @rendanguniazrina, kata "Kubu" diambil dari nama Kesultanan atau Kerajaan Kubu yang pernah berdiri di kawasan tersebut.
Sementara kata "Raya" dipilih sebagai lambang kebesaran, keluasan wilayah, sekaligus harapan agar daerah ini tumbuh menjadi kabupaten yang maju dan berkembang.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu
Sejarah Kesultanan Kubu sendiri berkaitan erat dengan kedatangan rombongan sebanyak 45 orang dari Kampung Ar Ridha, Tarim, Hadramaut, sekitar tahun 1720 Masehi atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1144 Hijriah. Kehadiran rombongan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan pemerintahan dan penyebaran Islam di wilayah Kubu.
Resmi Berdiri sebagai Kabupaten pada 2007
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dalam perjalanan administrasi pemerintahan modern, Kubu Raya merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Pontianak yang kini bernama Kabupaten Mempawah.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 1)
Kabupaten ini resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2007 dan mulai berdiri pada 17 Juli 2007.
Saat pertama kali dibentuk, luas wilayah definitif Kubu Raya mencapai sekitar 6.985,24 kilometer persegi atau sekitar 698.524 hektare. Wilayah tersebut terbagi menjadi 9 kecamatan dan 118 desa.
Seiring perkembangan administrasi pemerintahan, luas wilayah Kubu Raya kemudian diperbarui berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri pada tahun 2022 menjadi sekitar 8.550,35 kilometer persegi, yang kini mencakup 9 kecamatan dengan 123 desa.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 2)
Dengan usia yang relatif muda, Kubu Raya menjadi kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Barat.
Letak Strategis di Pesisir Kalimantan Barat
Secara geografis, Kabupaten Kubu Raya berada di bagian barat daya Provinsi Kalimantan Barat.Wilayahnya berbatasan langsung dengan beberapa daerah penting.
Baca Juga: Permainan Jage Telok Buaya, Warisan Budaya dari Pesisir Teluk Pakedai yang Nyaris Hilang
Di sebelah utara berbatasan dengan Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Landak. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sanggau serta Kabupaten Ketapang. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kayong Utara, sedangkan di sebelah barat berbatasan langsung dengan Selat Karimata.
Posisi geografis tersebut menjadikan Kubu Raya memiliki akses strategis, baik melalui jalur darat, sungai, maupun laut.
Dari Kerajaan Hingga Daerah yang Terus Berkembang
Baca Juga: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Klenteng Tengah Laut Kubu Raya, Satu-Satunya di Dunia
Meski baru berusia belasan tahun sebagai daerah otonom, sejarah Kubu Raya sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum Indonesia merdeka.
Jejak Kesultanan Kubu menjadi bagian penting dalam perjalanan wilayah ini, terutama dalam perkembangan pemerintahan lokal dan kehidupan masyarakat di pesisir Kalimantan Barat.
Kini, Kubu Raya tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. Selain menjadi lokasi Bandara Supadio sebagai gerbang utama transportasi udara provinsi, daerah ini juga terus berkembang di sektor perdagangan, jasa, pertanian, hingga pariwisata.
Baca Juga: Wisata Tebiar Kubu Raya, Bekas Tempat Liburan Favorit yang Kini Menyisakan Kisah Tragis
Di balik kemajuan tersebut, nama Kubu Raya tetap menjadi pengingat akan sejarah panjang sebuah kerajaan yang pernah berdiri dan memberi warna bagi perjalanan Kalimantan Barat.
Editor : Silvina