PONTIANAK POST – Di balik megahnya Rumah Tulou Hakka di Jalan Hakka, Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, ternyata tersimpan proses perancangan yang tidak sederhana. Demi menghadirkan bangunan yang mendekati bentuk aslinya, arsitek Rumah Tulou bahkan beberapa kali melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk mempelajari langsung arsitektur tradisional suku Hakka.
Bangunan yang kini menjadi salah satu ikon wisata budaya Kalimantan Barat tersebut tidak hanya menghadirkan nuansa khas Tiongkok, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya Hakka di Indonesia.
Arsiteknya Belajar Langsung ke Guangdong dan Meizhou
Baca Juga: Menyusuri Rumah Hakka Terbesar di Kalbar, Bangunan Unik yang Disebut Hanya Ada Dua di Asia Tenggara
Berdasarkan informasi yang pernah disampaikan melalui kanal YouTube Disporapar Kabupaten Kubu Raya, proses pembangunan Rumah Tulou diawali dengan studi mendalam terhadap bangunan asli di Tiongkok.
Arsitek proyek ini diketahui telah beberapa kali mengunjungi Guangdong dan Meizhou, dua wilayah yang dikenal sebagai pusat kebudayaan masyarakat Hakka. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengamati secara langsung bentuk bangunan, teknik konstruksi, hingga filosofi yang terkandung dalam rumah tradisional tersebut.
Langkah ini dilakukan agar Rumah Tulou di Kubu Raya tidak sekadar menyerupai bangunan asli, tetapi juga mampu merepresentasikan nilai-nilai budaya yang diwariskan masyarakat Hakka selama ratusan tahun.
Baca Juga: Rumah Adat Turun Temurun di Mempawah Kian Lapuk dan Kosong, Cagar Budaya Ini Menanti Perhatian
Terinspirasi Bangunan Warisan Dunia UNESCO
Referensi utama pembangunan Rumah Tulou berasal dari Fujian Tulou, kompleks rumah tradisional masyarakat Hakka di Provinsi Fujian, Tiongkok.
Keunikan arsitektur, sejarah, dan nilai budayanya membuat Fujian Tulou ditetapkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage) oleh UNESCO pada tahun 2008.
Inspirasi dari bangunan berkelas dunia itulah yang kemudian diwujudkan di Kabupaten Kubu Raya, sehingga masyarakat Kalimantan Barat memiliki sebuah ikon budaya yang merepresentasikan warisan arsitektur Hakka.
Dibangun sebagai Simbol Kebersamaan
Rumah Tulou memiliki bentuk melingkar yang menjadi ciri khasnya.Desain tersebut bukan hanya unik secara visual, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan masyarakat Hakka yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Baca Juga: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Klenteng Tengah Laut Kubu Raya, Satu-Satunya di Dunia
Pada masa lampau, satu bangunan Tulou dihuni banyak keluarga dalam satu komunitas sehingga seluruh aktivitas sosial berlangsung di satu kawasan yang sama.
Selain mempererat hubungan antarkeluarga, konsep tersebut juga memberikan perlindungan karena rumah ini dahulu difungsikan sebagai benteng pertahanan.
Arsitektur yang Cerdas dan Ramah Lingkungan
Baca Juga: Kesalahan Umum Pemilik Rumah Saat Mendesain Pagar Menurut Arsitek Aji Kurniawan
Keistimewaan Rumah Tulou juga terletak pada teknik konstruksinya. Bangunan tradisional ini umumnya dibangun menggunakan campuran tanah liat, tanah berpasir, batu bata, serta ubin berwarna abu-abu. Batang bambu dimanfaatkan sebagai penguat struktur yang berfungsi menyerupai besi beton pada bangunan modern.
Desain tersebut membuat bangunan dikenal memiliki daya tahan yang baik terhadap guncangan serta mampu menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Saat cuaca panas bagian dalam terasa lebih sejuk, sedangkan ketika udara dingin suhu di dalam bangunan tetap hangat.
Diproyeksikan Menjadi Museum Budaya Hakka
Baca Juga: Wacana Pembangunan Museum di Pontianak Mencuat, Jadi Pusat Edukasi Sejarah dan Budaya
Selain menjadi objek wisata, Rumah Tulou sejak awal dirancang sebagai pusat pelestarian budaya.
Bangunan ini diproyeksikan menjadi museum budaya Hakka, pusat edukasi sejarah masyarakat Tionghoa Hakka, sekaligus menjadi tempat berkumpul Perhimpunan Hakka Indonesia Kalimantan Barat.
Dengan fungsi tersebut, Rumah Tulou diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, tradisi, dan nilai budaya masyarakat Hakka.
Baca Juga: Sejarah Monumen Ali Anyang di Kubu Raya dan Alasan Dibangun di Pertigaan Trans Kalimantan
Menjadi Ikon Wisata Budaya Kalimantan Barat
Kini Rumah Tulou Hakka menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kubu Raya.
Keunikan arsitektur yang lahir dari hasil studi langsung ke Tiongkok, dipadukan dengan inspirasi bangunan yang telah diakui UNESCO, menjadikan Rumah Tulou bukan sekadar bangunan megah. Lebih dari itu, rumah ini menjadi simbol bagaimana warisan budaya dunia dapat dihadirkan dan dilestarikan di Kalimantan Barat.
Editor : Silvina