PONTIANAK POST – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kabupaten Kubu Raya mendorong TNI dan Polri memperkuat sinergi. Di tengah musim kemarau yang belum berakhir, kedua institusi berkomitmen mempercepat penanganan karhutla sekaligus menjaga keamanan wilayah melalui koordinasi yang lebih erat.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melakukan silaturahmi ke Markas Kodim 1207/Pontianak di Jalan Gusti Sulung Lelanang, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (6/8).
Didampingi jajaran pejabat utama Polres Kubu Raya, AKBP Rensa disambut Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robby Firdaus beserta jajaran perwira. Pertemuan dimanfaatkan untuk menyatukan langkah menghadapi berbagai tantangan di wilayah, terutama penanganan karhutla yang hingga kini masih menjadi perhatian utama di Kubu Raya.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan tantangan menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
"Sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus mengawal berbagai program strategis pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, penanganan karhutla menjadi salah satu pembahasan utama. Musim kemarau yang masih berlangsung membuat sejumlah kawasan gambut di Kabupaten Kubu Raya tetap rawan terbakar sehingga membutuhkan kesiapsiagaan seluruh unsur.
Saat ini personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus melakukan patroli, pemadaman, serta pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api meluas maupun muncul kembali.
Menurut Rensa, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari cepatnya api dipadamkan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak mencegah munculnya kebakaran baru.
"Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pencegahan harus menjadi prioritas karena jauh lebih efektif daripada memadamkan api yang sudah meluas. Di sinilah pentingnya sinergi seluruh stakeholder agar setiap potensi kebakaran bisa ditangani sejak awal," tegasnya.
Ia menambahkan, patroli terpadu di kawasan rawan karhutla akan terus diperkuat. Selain memantau titik panas, personel gabungan juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain membahas penanganan karhutla, kedua pimpinan juga bertukar informasi mengenai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Kubu Raya. Berbagai potensi gangguan keamanan menjadi perhatian bersama agar dapat diantisipasi sejak dini melalui koordinasi yang lebih intensif.
Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robby Firdaus menyambut baik penguatan sinergi tersebut. Menurutnya, hubungan yang solid antara TNI dan Polri merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi yang semakin erat, TNI dan Polri berharap penanganan karhutla di Kubu Raya dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memperkuat upaya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama musim kemarau.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro