Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan, kehadiran Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya.
Menurut Sukiryanto, setelah rapat bersama Presiden, rombongan langsung meninjau lokasi kebakaran. Dari rapat tersebut, pemerintah pusat menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat operasi pemadaman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Kubu Raya, Golkar Kubu Raya Sampaikan Apresiasi
“Tadi kita selesai rapat dengan Pak Presiden, kemudian kita meninjau lokasi kebakaran di Jalan A. Yani III. Ada beberapa kesimpulan, bahwa beliau sangat concern untuk membantu mengatasi musibah yang terjadi di Kalimantan ini, khususnya Kalbar, terkhusus di Kabupaten Kubu Raya,” kata Sukiryanto, Sabtu (22/8) di Sungai Raya.
Salah satu penguatan dilakukan melalui pengerahan pesawat water bombing untuk membantu pemadaman dari udara. Sukiryanto menyebut empat pesawat dijadwalkan tiba Sabtu sore dan disusul tambahan armada pada hari berikutnya.
“Beliau tadi telah memerintahkan Panglima untuk menyiapkan. Sore ini ada empat pesawat water bombing yang akan datang dan menyusul besok. Insyaallah delapan pesawat yang akan standby di Kalbar,” ungkapnya.
Selain dukungan dari udara, pemerintah pusat menambah kekuatan pemadaman di darat. Sebanyak 50 unit mobil pemadam kebakaran disiapkan untuk memperkuat operasi di lapangan. Pemerintah juga akan menambah sekitar 1.200 personel.
uBaca Juga: Kasus ISPA Kalbar Tembus 151 Ribu akibat Karhutla, Kemenkes Kirim Bantuan Nakes dan Logistik
“Beliau juga telah memerintahkan untuk menyiapkan mobil pemadam kebakaran sebanyak 50 unit dan menambah personel kurang lebih 1.200 orang. Begitu juga upaya pengepungan api akan diintensifkan,” jelas Sukiryanto.
Menurut dia, tambahan armada, personel, dan pesawat water bombing menjadi dukungan penting bagi pemerintah daerah dalam mengendalikan karhutla. Ia berharap penguatan operasi dari darat dan udara dapat mencegah meluasnya titik api sekaligus mempercepat pemadaman di sejumlah wilayah terdampak.
“Ini merupakan bantuan yang luar biasa. Kita selaku masyarakat Kalbar mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta jajaran atas perhatian dan bantuan yang luar biasa ini. Mudah-mudahan karhutla dapat segera teratasi,” ucapnya.
Selain operasi pemadaman dari darat dan udara, pemerintah memperkuat penanganan melalui modifikasi cuaca.
Sukiryanto mengatakan, pemerintah sebelumnya telah melakukan penyemaian garam untuk memancing pertumbuhan awan hujan. Hingga saat ini, sekitar 3.500 ton bahan penyemaian disebut telah ditebar.
“Kurang lebih 3.500 ton yang sudah kita tebar. Karena diperkirakan tanggal 23-27 ini ada potensi awan, Pak Presiden juga menyarankan agar menambah garam untuk penyemaian, untuk memancing turunnya hujan,” terangnya.
Baca Juga: Prabowo Tambah Empat Helikopter Water Bombing untuk Perkuat Pemadaman Karhutla Kalteng
Tambahan bahan untuk penyemaian tersebut, lanjut Sukiryanto, akan disiapkan pemerintah pusat. Langkah itu menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla di tengah upaya pemadaman yang terus dilakukan di lapangan.
Sukiryanto menilai penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, serta berbagai elemen masyarakat. Penguatan pemadaman dari darat dan udara diharapkan mampu mempercepat pengendalian api dan menekan dampak karhutla.(ash)
Editor : Miftakhair