Presiden Prabowo Datang ke Kalbar, Apa yang Berubah dalam Penanganan Karhutla?

Khoiril Arif Ya'qob • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:46 WIB
PADAMKAN API: Tim Siaga Karhutla Satbrimob Polda Kalbar bersama Polres Ketapang dan Kodim 1203/Ketapang memadamkan kebakaran di lahan kosong Dusun Jenggolo, Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang, Minggu (23/8).
PADAMKAN API: Tim Siaga Karhutla Satbrimob Polda Kalbar bersama Polres Ketapang dan Kodim 1203/Ketapang memadamkan kebakaran di lahan kosong Dusun Jenggolo, Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Ketapang, Minggu (23/8).

PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Pada (22/8), Prabowo tiba di Kalbar dan memimpin rapat penanganan karhutla di Mako Lanud Supadio, Pontianak.

“Baik, terima kasih, saudara-saudara sekalian, saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata, sekarang saya minta siapa bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Prabowo saat membuka rapat dikutip dari Antara (22/8).

Rapat tersebut diikuti sejumlah pimpinan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BMKG, dan BPBD. Dalam pertemuan itu, pemerintah memaparkan kondisi terkini karhutla sekaligus langkah yang telah dilakukan untuk menangani kebakaran.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan 8 Pesawat Water Bombing dan 1.200 Personel untuk Tangani Karhutla Kalbar

Setelah rapat, Prabowo meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan proses pemadaman berjalan.

Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat

Salah satu perubahan yang terlihat setelah kunjungan Presiden adalah penguatan dukungan untuk operasi penanganan karhutla. Pemerintah menyiapkan tambahan 1.500 personel dan enam helikopter untuk mendukung penanganan kebakaran.

Dukungan tersebut menambah unsur yang bekerja di lapangan. Sebelumnya, penanganan karhutla di Kalbar telah melibatkan pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta unsur lainnya.

Pada laman Pemkab Kubu Raya juga disebut penanganan diperkuat setelah Presiden memimpin rapat dan meninjau titik kebakaran. Pemerintah daerah menyatakan langkah tersebut diarahkan untuk memastikan penanganan di lapangan dapat dilakukan secara maksimal.

Baca Juga: Panglima TNI-Kapolri Ambil Alih Atensi Karhutla Kalbar

Dari Rapat ke Titik Api

Kunjungan Prabowo tidak berhenti pada rapat koordinasi. Presiden kemudian menggunakan helikopter untuk memantau sejumlah wilayah terdampak sebelum turun langsung melihat lokasi kebakaran di Desa Limbung.

Dalam peninjauan tersebut, Prabowo melihat proses pemadaman dan bertemu petugas yang bekerja di lokasi. Presiden menekankan agar penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi sehingga api dapat dikendalikan dan tidak meluas.

Langkah berikutnya adalah memastikan dukungan kepada petugas di lapangan. Presiden juga menyampaikan pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan pekerja yang terlibat dalam pengendalian karhutla, termasuk unsur BNPB dan Manggala Agni.

Apa yang Berubah dalam Penanganan Karhutla?

Jika dilihat dari langkah yang diumumkan, perubahan yang dapat dicatat bukanlah bahwa karhutla telah selesai, melainkan penguatan operasi penanganannya. Ada tambahan sekitar 1.500 personel TNI, enam helikopter, serta dukungan operasi modifikasi cuaca.

Baca Juga: Prabowo Perintahkan 8 Pesawat Water Bombing dan 1.200 Personel untuk Tangani Karhutla Kalbar

Selain penambahan sumber daya, koordinasi penanganan juga dilakukan langsung melalui rapat yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait. Presiden kemudian melihat sendiri kondisi lokasi kebakaran di Kubu Raya.

Karena itu, dampak kunjungan Presiden di Kalbar adalah sebagai penguatan dukungan dan operasi penanganan karhutla, bukan sebagai bukti bahwa persoalan telah terselesaikan.

Ukuran keberhasilannya masih harus dilihat dari perkembangan titik api, proses pemadaman dan kondisi karhutla setelah operasi diperkuat.

Baca Juga: BNPB Minta Malaysia-Singapura Tak Salahkan Indonesia soal Asap Karhutla, Asap Tak Kenal Batas Negara

Editor : Khoiril Arif Ya'qob
penanganan karhutla Kalbar karhutla kalbar karhutla prabowo