Pria yang diduga penculik anak tersebut diketahui bernama Juliman alias Acin yang berprofesi sebagai penjual alat elektronik. Videonya sempat viral di medial sosial dan di grup whatsapp. Narasi mengenai seorang pria di duga penculik anak-anak tersebar.
Kepala Desa Tanjung Balai Edison menyebut, Juliman membawa anak itu sampai keluar wilayah desanya hingga Desa Toho Raba. Warga memberhentikan mobil, lalu meminta Juliman putar balik.
“Jika yang bersangkutan hanya berjualan keliling di wilayah kita membawa anak tersebut tidak akan ada terjadi pemukulan. Sedangan durasi anak tersebut sampai 2 jam. Orang tua mana yang tidak panik?” ungkapnya di Kuala Behe saat dihubungi.
Ia mengatakan, sebetulnya yang pergi ibadah ke Gereja hanyalah Alinus. Sementara ayah sang anak, Iyas sedang berada di Ngabang. Alinus menanyakan cucunya kepada neneknya. Istrinya menjawab bahwa sang anak dibawa oleh Juliman. Karena waktu yang cukup lama, akhirnya Alinus bersama warga mencari keberadaan Juliman.
“Khawatirlah kakeknya ini. Dibantu warga mencari Acin ternyata kedapatan di dekat Desa Toho Raba. Warga menghadang mobil lalu balik ke Dusun Terap karena durasi yang telalu lama dan jarak yang jauh menimbulkan kecurigaan bahwa anak tersebut akan dibawa kabur oleh Acin,” ungkapnya.
Namun menurutnya, kasus tersebut sudah diselesaikan. Juliman alias Acin sudah dikenakan hukum adat dan sudah membayar adatnya. “Kedua belah pihak sudah berdamai,” pungkas Edison.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kapolsek Kuala Behe IPTU Zulianto memastikan, kabar mengenai adanya penculikan tersebut adalah tidak benar atau hoaks. “Mendapati laporan dari masyarakat kami bergegas ke TKP, setibanya di sana warga sudah berkumpul di rumah pesirah dan tertuduh Juliman bersama rekannya juga ada disana. Kami pun menanyakan kronologi kejadian, dan kesimpulan dari permasalahan ini adalah salah paham," ungkap Kapolsek di Kuala Behe.(mif) Editor : Miftakhair