NGABANG – Warga binaan di Rutan Kelas II B Kabupaten Landak antusias mencoblos pada Pemilu 2024 pada Rabu (14/2).
Suasana TPS khusus tersebut dibuat meriah, anggota KPPS mengguanakan pakaian adat nusantara.
Pantauan Pontianak Post, pemungutan suara dimulai dengan apel pada pukul 7.30 WIB.
Proses pemungutan dilakukan bergantian per blok rutan. Satu blok terdiri dari 4 empat kamar. Tiap kamarnya berisi 16 orang WBP.
“Kita tetapkan seperti itu untuk mengatasi, supaya tidak menumpuk,” kata Kepala Rutan Kelas II B Landak Iswandi di Ngabang.
Ia mengatakan, terdapat 232 orang dari 265 warga binaan yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menyalurkan suaranya pada Pemilu kali ini.
Hal tersebut menurutnya terkendala sejumlah warga binaan yang tidak memiliki KTP dan tidak terdaftar di Disdukcapil.
“Pada Juni 2023 lalu, kita melakukan perekaman DPT ada sekitar 275 orang waktu itu. Cuma sudah ada sekitar 40 orang yang bebas, jadi sekarang tinggal 232 orang DPT,” kata dia.
Demi menjaga keamanan, Iswandi mengatakan, petugas KPPS merupakan pegawai Rutan Kelas II B Landak.
Hingga pukul 10.00 WIB, menurutnya tidak ada kendala saat proses penghitungan. Untuk di Landak ini, Insya Allah sampai saat ini masih aman tanpa kendala,” katanya.
Iswandi menambahkan, para warga binaan juga memiliki hak untuk menyampaikan suaranya pada pemilu.
Untuk itu, pihaknya mengupayakan agar setiap WBP yang baru masuk ke KPU. Hal tersebut agar mereka tetap mendapatkan hak politiknya.
“Sebelum pemilu ini, kami sudah beberapa kali mengadakan sosialisasi. Baik kami sendiri atau pun bersama-sama dari KPU.
Kami menjelaskan bagaimana pencoblosan yang benar dan sosialisasi mengenai calon yang akan dipilih,” tutup iswandi.(mif)
Editor : A'an