NGABANG - Keraton Ismahayana Landak menggelar Tumpang Negeri ke-XXIV dengan tema “Merawat Budaya Negeri Menjalin Silaturahmi”, di halaman Keraton Ismahayana, Landak. Minggu (22/09/2024).
Kegiatan tersebut berlansung sejak tanggal 20 hingga 22 September 2024, dengan acara puncak Makan Saprahan di halaman Keraton Ismahayana, Kabupaten Landak.
Rangkaian giat Tumpang Negeri tersebut diawali dengan sedekah Kampung, Ziarah ke Makam Raja Abdul Kahar, Ngantar Tumpang, Ngayutkan Rakit ke sungai dan makan Saprahan/ makan bersama.
Hadir dalam acara tersebut di antaranya Kapolres Landak, bersama unsur Muspida, OPD terkait, tokoh agama, tokoh adat, dan Karolin Margret Natasa, yang juga merupakan kerabat Keraton dengan gelar Putri Permata Jaya Negeri Ismahayana Landak.
Dalam kesempatan itu, Pangeran Cakre Ismahayana Landak, Gusti Agus Kurniawan, yang mewakili Raja Keraton Ismahayana Landak, Gusti Fiqri Azizurahmansyah, menekankan bahwa Tumpang Negeri bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Ini adalah wujud penghormatan kita terhadap warisan leluhur, yang dengan penuh kebijaksanaan menjaga adat dan budaya kita. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah melestarikan tradisi ini agar terus hidup dan bermakna bagi masyarakat di masa mendatang,” ujar Pangeran Cakre.
Menurutnya, acara ini, juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh kebersamaan, dan membangun persatuan.
“Tanpa persatuan, sebuah masyarakat akan goyah. Oleh karena itu, mari kita jaga kedaulatan dan budaya kita dengan bersatu padu,” tambahnya.
Sementara itu, Karolin mengaku bangga dan senang dapat hadir di tengah-tengah masyarakat dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
“Tumpang Negeri tahun ini menjadi wujud nyata penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus dipelihara dari generasi ke generasi,” kata Karolin.
Ia menegaskan pentingnya melestarikan tradisi Tumpang Negeri, yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Landak oleh Kementerian Kebudayaan RI.
“Tumpang Negeri adalah kebanggaan kita, kebanggaan masyarakat Ngabang dan Landak, yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang kita,” kata Karolin.
Bupati Landak periode 2017-2022 itu juga menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul dengan masyarakat dalam suasana damai dan sejahtera, serta mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan merawat budaya ini.
Karolin pun menyebutkan bahwa Kabupaten Landak akan menggelar pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024, seraya meminta doa restu dari masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banda Kolaga, mewakili PJ Bupati Landak, menegaskan bahwa Tumpang Negeri ke-24 merupakan cerminan kekayaan budaya yang perlu terus dilestarikan.
Ia juga mengapresiasi Keraton Ismahayana yang konsisten menjaga tradisi ini sebagai simbol gotong royong dan kebersamaan.
Acara puncak Tumpang Negeri ditutup dengan Makan Saprahan, sebuah tradisi makan bersama yang diwariskan secara turun-temurun, sebagai simbol eratnya silaturahmi dan persatuan di tengah masyarakat Landak. (arf)
Editor : A'an