PONTIANAK POST - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengikuti doa dan makan saprahan dalam tradisi Robo-robo yang digelar di Masjid Jami, Keraton Ismahayana Landak, Rabu, (20/8) lalu.
Karolin mengatakan, tradisi Robo-robo merupakan tradisi budaya yang dijalankan secara turun temurun oleh masyarakat yang mengandung banyak makna dan manfaat dalam membina kehidupan beragama dan membina kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita berdoa, yang pertama mensyukuri nikmat Tuhan atas kehidupan kita, atas berkat dan rezeki yang boleh dinikmati.
Kemudian berdoa agar dijauhkan dari segala marabahaya dan bencana, terutama untuk daerah kita Kabupaten Landak dan juga untuk Bangsa Indonesia,” ujar Karolin.
“Semoga kegiatan yang baik ini bisa dilanjutkan, diturunkan kepada anak-anak kita dan mereka juga memahami makna daripada kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di bulan Safar pada hari Rabu terakhir.”
“Melalui kegiatan ini kita berdoa, yang pertama mensyukuri nikmat Tuhan atas kehidupan kita, atas berkat dan rezeki yang boleh dinikmati.
Kemudian berdoa agar dijauhkan dari segala marabahaya dan bencana, terutama untuk daerah kita Kabupaten Landak dan juga untuk Bangsa Indonesia,” ujar Karolin.
Kegiatan ini menurutnya juga menjadi momen meningkatkan tali silaturahmi antar sesama masyarakat, melalui makan bersama.
Menurut Karolin, doa bersama mensyukuri berkah dan memohon terhindar dari bahaya atau tolak bala, menjadi salah satu poin penting dari kegiatan ini selain silaturahmi, kebersamaan dan kekompakan yang semakin rekat untuk meningkatkan kerukunan. (arf)
Editor : Hanif