Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Karolin Ingatkan Kader Solid Hadapi Dinamika Politik, Musancab Serentak 13 PAC Jadi Ajang Konsolidasi

Miftahul Khair • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:55 WIB
Bupati Landak Karolin Margret Natasa  membuka Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Landak pada Senin (8/6). (HUMAS PEMKAB LANDAK)
Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka Musancab PDI Perjuangan Kabupaten Landak pada Senin (8/6). (HUMAS PEMKAB LANDAK)

PONTIANAK POST – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Landak menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak untuk 13 Pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan di Rumah Radakng Aya', Ngabang.

Musancab dibuka Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa. Dalam arahannya, Karolin menekankan pentingnya kesiapan partai menghadapi berbagai dinamika politik ke depan serta menjaga kedekatan dengan masyarakat.

Karolin yang juga menjabat Bupati Landak menegaskan bahwa PDI Perjuangan memilih berada di luar pemerintahan pusat pasca-Pemilu 2024.

"Hari ini, situasi kita, sendirian. PDI Perjuangan itu di tingkat pusat, sendirian. Tidak ada ikut dalam pemerintahan. Ditawari, tapi kita memilih untuk tidak masuk dalam jajaran pemerintahan," tegas Karolin saat memberikan sambutan, Senin (8/6).

Baca Juga: ACC Gelar Educlass Literasi Keuangan di Universitas Tanjungpura

Menurutnya, posisi Kabupaten Landak sebagai salah satu basis kuat PDI Perjuangan menghadirkan tantangan tersendiri karena perkembangan politik di daerah tersebut menjadi perhatian berbagai pihak.

"Salah satu risiko menjadi kandang banteng adalah menjadi daerah target operasi. Karena kita warnanya terlalu jelas, jenis kelaminnya terlalu jelas, akhirnya dari atas, tengah, samping itu meneropong kita juga dengan jelas," ujarnya.

Karolin juga menyinggung kondisi daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia meminta seluruh kader tetap hadir dan bekerja untuk masyarakat.

"Jadi Bapak Ibu perlu menyadari, mengetahui, bahwa hari ini memang kita di daerah dibuat tidak berdaya karena kita tidak diberikan anggaran yang cukup sesuai dengan undang-undang perimbangan pusat dan daerah. Tapi juga negara memang sedang mengalami krisis. Apa boleh buat? Kalau saya bahasanya, badai pasti berlalu. Pasti semua ini akan berakhir dan kita tetap akan menjadi pemenangnya," ucap Karolin.

Ia menilai situasi yang sedang dihadapi harus menjadi motivasi untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Sambas Dorong Pembangunan SPAM Sejangkung untuk Layanan Air Bersih Warga

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Landak, Herculanus Heriadi, mengajak seluruh jajaran partai menjaga kekompakan dan memperkuat konsolidasi organisasi sejak dini menjelang Pemilu 2029.

"Karena Pemilu masih jauh juga, tapi kita harus sudah siap, 2029. Untuk itu saya minta kepada kita semua, kita tetap kompak, kita tetap solid, apalagi di Kabupaten Landak ini pemerintahnya adalah orang dari kader-kader kita," kata Heriadi.

Dalam kesempatan tersebut, Heriadi juga menyampaikan capaian PDI Perjuangan di Kabupaten Landak pada pemilu legislatif sebelumnya yang membuat DPC PDI Perjuangan Landak memenuhi syarat untuk menyelenggarakan Musancab.

"Dari 14 kabupaten kota, 12 tidak mengadakan Musancab karena apa? Karena mereka tidak mencapai 20 persen kursi. Jadi yang mencapai lebih dari 20 persen kursi adalah Kabupaten Landak dengan Kabupaten Sanggau," tutupnya. (mif)

Editor : Hanif
#musancab #Kader PDIP #karolin #karolin margret natasa