PONTIANAK - Pernahkah Anda merasa tiba-tiba mengantuk saat sedang bosan, meskipun sebelumnya tidak merasa lelah?
Fenomena ini ternyata bukan hanya kebetulan, melainkan ada penjelasan ilmiahnya.
Para ilmuwan dari Universitas Tsukuba, Jepang, menemukan bahwa rasa kantuk ini dipengaruhi oleh aktivitas di salah satu bagian otak kita.
Bahkan, rasa bosan dapat memicu rasa kantuk lebih cepat, terutama jika tubuh Anda tidak mendapatkan tidur yang cukup.
Bagaimana cara mengatasi rasa kantuk ini? Simak ulasannya berikut ini.
- Peran Nucleus Accumbens dalam Rasa Kantuk
Nucleus accumbens, sebuah bagian kecil di otak, memiliki peran penting dalam mengontrol rasa kantuk saat Anda bosan.
Bagian ini mengandung reseptor yang sensitif terhadap adenosin, sebuah neurotransmiter yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun.
Menurut penelitian Universitas Tsukuba, ketika kita merasa bosan, aktivitas reseptor ini meningkat, membuat kita merasa lebih mengantuk.
- Hubungan Rasa Kantuk dan Dopamin
Selain mengontrol kantuk, nucleus accumbens juga berfungsi melepaskan dopamin, yaitu neurotransmiter yang menciptakan rasa senang dan puas.
Saat Anda melakukan aktivitas produktif seperti makan, minum, atau bersosialisasi, otak akan melepaskan dopamin untuk memberikan perasaan positif.
Namun, ketika Anda bosan, kadar dopamin berkurang, sehingga nucleus accumbens lebih mudah memicu rasa kantuk.
- Kurang Tidur Membuat Anda Lebih Rentan
Tidur yang tidak cukup membuat Anda lebih rentan merasa mengantuk saat bosan.
Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Communications menunjukkan bahwa kurang tidur tidak secara langsung memengaruhi respons otak terhadap kebosanan, tetapi kondisi ini membuat adenosin bekerja lebih aktif. Akibatnya, rasa kantuk muncul lebih cepat.
- Cara Kafein Membantu Mengatasi Kantuk
Kafein adalah salah satu cara yang sering digunakan untuk melawan kantuk, termasuk saat Anda merasa bosan.
Zat ini bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di nucleus accumbens, sehingga rasa kantuk berkurang. Namun, penting untuk diingat bahwa solusi ini hanya sementara.
Untuk hasil yang lebih baik, pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup setiap malam.
- Tidur yang Cukup Tidak Selalu Mencegah Kantuk
Menariknya, penelitian dari Universitas Tsukuba mengungkapkan bahwa tidur yang cukup tidak sepenuhnya mencegah rasa kantuk saat bosan.
Hal ini menunjukkan bahwa rasa kantuk tersebut lebih berkaitan dengan aktivitas otak yang dipicu oleh kebosanan daripada kurang tidur semata.
Oleh karena itu, menjaga otak tetap aktif dengan aktivitas menarik dapat menjadi cara lain untuk mengatasi masalah ini.
Rasa kantuk saat bosan adalah respons alami otak yang melibatkan nucleus accumbens dan neurotransmiter adenosin.
Meski kurang tidur dapat memperburuk kondisi ini, kebosanan itu sendiri sudah cukup untuk memicu rasa kantuk.
Dengan memahami bagaimana otak bekerja, Anda bisa mengatasi rasa kantuk ini, baik dengan kafein maupun dengan menjaga pikiran tetap aktif. (mif)
Editor : Miftahul Khair