Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kelihatannya Sepele, Ini 8 Kesalahan Jalan Kaki yang Bikin Olahraga Jadi Sia-sia

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 9 Februari 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi olahraga jalan kaki.
Ilustrasi olahraga jalan kaki.

PONTIANAK POST - Jalan kaki sering dianggap olahraga paling mudah dan aman, tinggal melangkah, tanpa alat, tanpa teknik rumit. Tapi justru karena terlihat sepele, banyak orang melakukannya dengan cara yang keliru.

Alih-alih menyehatkan, kesalahan kecil bisa membuat manfaat olahraga ini nyaris tak terasa, bahkan berisiko menimbulkan cedera.

Berikut berbagai kesalahan jalan kaki yang sering dilakukan tanpa disadari dan bagaimana cara menghindarinya agar setiap langkah benar-benar membawa hasil.

Lalu apa saja kesalahan yang sering terjadi saat jalan kaki dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasan lengkapnya Melansir dari KlikDokter.

Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki untuk Ibu Hamil

1. Salah Memilih Sepatu

Salah satu kesalahan paling umum saat ialah keliru memilih sepatu. Padahal, sepatu yang tepat berperan besar dalam mencegah cedera.

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, sepatu sebaiknya memang didesain khusus untuk jalan kaki dan memiliki ukuran yang pas. Sepatu yang terlalu sempit atau longgar berisiko melukai kaki.

Pendapat ini juga didukung oleh Steven Jasonowicz, DPM, ahli bedah kaki dari Illinois Bone & Joint Institute. Ia menjelaskan bahwa sepatu yang tidak pas dapat menyebabkan lecet akibat gesekan berulang.

Steven menyarankan sepatu dengan bantalan yang cukup tebal dan kokoh untuk meredam benturan serta menopang struktur kaki. Jika rasa nyeri tetap muncul meski sudah berganti sepatu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis kaki.

2. Ayunan Kaki dan Tangan Kurang Optimal

Saat berjalan cepat, sebagian orang justru membiarkan tangan diam di sisi tubuh. Padahal, ayunan tangan membantu menjaga keseimbangan dan ritme langkah.

Christopher John Lundstrom, PhD, MEd, dari University of Minnesota School of Kinesiology, menyarankan agar lengan digerakkan secara alami. Semakin cepat langkah Anda, semakin aktif pula ayunan tangan. Sebaliknya, saat berjalan santai, biarkan lengan bergerak ringan mengikuti tubuh.

3. Melewatkan Peregangan

Banyak orang langsung berjalan tanpa pemanasan. Padahal, peregangan membantu membuat otot bahu dan lengan lebih rileks serta mengurangi risiko cedera.

Lundstrom menganjurkan peregangan ringan sebelum berjalan kaki agar tubuh lebih siap bergerak.

Baca Juga: Hanya dengan Jalan Kaki Bisa Turunkan Berat Badan dan Sembuhkan Penyakit Kronis

4. Langkah Terlalu Lebar

Melangkah terlalu jauh justru bisa membuat tubuh kehilangan keseimbangan dan memberi tekanan berlebih pada punggung serta pinggul.

Untuk itu, Lundstrom menyarankan langkah yang lebih pendek dengan ritme cepat. Cara ini membantu menjaga posisi tulang belakang tetap lurus dan mengurangi risiko nyeri.

Baca Juga: Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Melakukannya

5. Salah Pilih Pakaian

Karena dianggap sederhana, jalan kaki sering dilakukan dengan pakaian apa saja. Padahal, pakaian yang tepat membuat olahraga ini lebih nyaman.

Dr. Astrid menyarankan penggunaan pakaian yang mudah menyerap keringat. Ketebalan bahan pun sebaiknya disesuaikan dengan cuaca, pakaian tipis untuk iklim tropis dan lebih tebal untuk cuaca dingin.

6. Tidak Membuat Perencanaan

Kemudahan jalan kaki sering membuat orang mengabaikan perencanaan. Padahal, keselamatan tetap harus diutamakan.

Pastikan Anda memilih rute yang aman dan permukaannya rata. Jalan yang rusak atau tidak rata berisiko menyebabkan cedera dan membuat tubuh lebih cepat lelah. Hindari pula area dengan lalu lintas padat.

Baca Juga: Cara Ampuh Hilangkan Bekas Luka di Kaki, Begini Penjelasan Dokter Dermatologi

7. Salah Waktu Minum

Kurang minum bisa menyebabkan dehidrasi, sementara terlalu banyak minum sebelum berjalan kaki bisa membuat tidak nyaman.

Lundstrom menyarankan untuk minum air sekitar 1–2 jam sebelum berjalan agar tubuh tetap terhidrasi tanpa rasa kebelet. Jika perlu, bawalah botol minum untuk berjaga-jaga selama perjalanan.

8. Musik Terlalu Keras

Mendengarkan musik memang bisa meningkatkan semangat. Namun, memutar musik terlalu keras justru berbahaya.

Chris Gagliardi dari American Council on Exercise mengingatkan agar volume musik tetap rendah sehingga Anda masih bisa mendengar suara lingkungan sekitar, seperti kendaraan atau orang lain yang melintas. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Kesalahan #Sia Sia #sepele #jalan kaki #olahraga