Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tips Merawat Burung Kakaktua Jambul Kuning bagi Para Penghobi Pemula

Chairunnisya • Selasa, 14 April 2026 | 17:53 WIB
Burung kakak tua dikenal pintar bicara saat dilatih (JAWAPOS)
Burung kakak tua dikenal pintar bicara saat dilatih (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Suara ketukan halus terdengar dari kaki seekor kakaktua yang bertengger di lengan kayu. Kepalanya bergerak mengangguk-angguk, sementara jambul kuningnya menjulang ke atas—sebuah pemandangan yang membuat suasana semakin hangat.

"Itu menunjukkan kalau burung dalam kondisi nyaman sekaligus cara mereka menarik perhatian," ujar Andik Lalang, owner Kibar Burung Indonesia dikutip dari Jawapos. Burung-burung ini tampak sangat aktif, terutama saat melihat botol susu khusus pakan anakan, sebuah ekspresi antusiasme yang menurut Andik menandakan rasa nyaman.

Seni Melatih Interaksi melalui Hand Feeding

Andik memperagakan proses hand feeding dengan penuh ketelatenan. Anakan kakaktua didekap lembut agar posisinya stabil, kemudian ia menekan perlahan botol untuk menyalurkan bubur pakan hangat langsung ke paruh burung.

Baca Juga: Karantina Kalbar Gagalkan Penyelundupan 705 Ekor Burung Ilegal

"Dalam kondisi begini, kita bisa sekalian melatih interaksi. Burung-burung ini bisa mulai mengenali suara atau ucapan kita," jelasnya. Menurutnya, merawat kakaktua sebenarnya tidak sulit selama pemilik memahami kebutuhan dasarnya, seperti asupan vitamin, rutin dijemur setiap pagi, serta menjaga kebersihan kandang.

Panduan untuk Penghobi Pemula

Bagi mereka yang baru ingin memulai hobi ini, Andik menyarankan untuk memilih kakaktua yang berusia lima bulan ke atas. Pada usia tersebut, burung umumnya sudah bisa makan sendiri. Namun, bagi yang ingin merasakan pengalaman penuh melatih burung dari nol, anakan usia 3 bulan hingga 2 tahun adalah pilihan terbaik.

Baca Juga: Kisah Juri Burung Kicau: Tajamnya Telinga di Tengah Riuh Kompetisi

"Kalau dilatih sejak kecil, responsnya lebih cepat. Dari bentuk paruhnya pun bisa terlihat apakah dia cerdas dan cepat menangkap pelajaran," imbuhnya.

Andik merekomendasikan jenis kakaktua jambul kuning sebagai langkah awal. Selain harganya yang relatif terjangkau, jenis ini dikenal sangat pintar bicara dan responsif. "Minimal mulai dari jambul kuning dulu, baru setelah itu naik bertahap ke jenis lain seperti kakaktua raja yang membutuhkan kesabaran ekstra," tuturnya.

Waspada Asal-Usul: Jangan Beli "Burung Bodong"

Satu hal yang ditegaskan oleh Andik adalah mengenai legalitas. Kakaktua merupakan burung yang dilindungi, sehingga setiap pemilik wajib memastikan asal-usul burungnya jelas. Burung harus berasal dari penangkaran resmi atau shelter yang memiliki izin edar dan izin jual beli yang sah.

Baca Juga: Karantina Kalbar Gagalkan Penyelundupan 705 Ekor Burung Ilegal

"Jangan hanya percaya pada penjual. Cek ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan legalitasnya. Jangan ragu meminta foto sertifikat dan dokumen pengiriman," kata Andik mengingatkan.

Ia memberikan perumpamaan yang tegas: membeli burung tanpa dokumen resmi sama saja dengan membeli kendaraan bodong yang bisa memicu masalah hukum di kemudian hari. "Waspada jika ada yang menjual dengan harga sangat miring tanpa kejelasan riwayat pemilik," tambahnya.

Baca Juga: Mengenal Burung Pantai, Komunitas Burung Penjelajah Paparan Lumpur dan Pantai

Di tempat penangkarannya, terdapat berbagai jenis kakaktua mulai dari jenis Cempaka, Goffin, Alba, hingga Moluccan. Menurutnya, ciri burung yang sehat sangat mudah dikenali, yakni berperilaku aktif, responsif saat diajak berinteraksi, dan memiliki warna bulu yang cerah atau tidak kusam. (*)

Editor : Chairunnisya
#burung kakak tua #Pemulangan ABK Tiongkok #hobi #buru #kicau burung