PONTIANAK POST - Bunga mawar memang selalu memesona. Aromanya yang wangi dan warnanya yang cantik selalu berhasil menjadikannya pusat perhatian di taman rumah. Tak heran, banyak pencinta tanaman yang ingin memperbanyak koleksinya dengan cara yang sederhana namun efektif.
Menurut Iftiyah Mufidah, pemilik akun @gardeningwithift, metode stek batang jauh lebih menguntungkan dibandingkan teknik okulasi bagi pehobi rumahan.
"Kalau distek, tanaman cenderung lebih kokoh dan tidak mudah stres. Teknik okulasi membutuhkan keterampilan khusus yang biasanya diaplikasikan oleh petani skala besar," ungkap Iftiyah dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: 5 Jenis Tanaman Hias yang Bermanfaat untuk Taman Anda
Pilih Batang yang Kokoh dan Sehat
Meski hampir semua jenis mawar bisa diperbanyak dengan stek, Iftiyah menekankan bahwa tiap varietas memiliki karakter yang berbeda. Ada yang cepat tumbuh, namun ada pula yang menuntut kesabaran ekstra.
Kunci keberhasilan pertama terletak pada pemilihan batang. "Pilih batang yang sedang saja, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Pastikan batang kokoh, sehat, serta bebas dari hama atau penyakit," jelasnya.
Komposisi Media Tanam dan Pencahayaan
Media tanam yang tepat akan mempercepat pertumbuhan akar. Iftiyah menyarankan campuran tanah subur dengan sekam bakar, pupuk kandang, dan humus bambu. Komposisi ini terbukti ampuh menjaga kelembapan tanpa perlu tambahan zat perangsang akar kimiawi.
Baca Juga: Rahasia Menjaga Estetika Bentuk Bonsai Konsisten dan Tetap Cantik
Selain media, faktor pencahayaan tidak boleh diabaikan. Hasil stek tetap membutuhkan sinar matahari minimal 6–8 jam sehari agar batang dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Kurangnya cahaya matahari hanya akan membuat pertumbuhan mawar menjadi terhambat.
Gunakan Alat yang Tepat untuk Hindari Jamur
Iftiyah juga mengingatkan agar tidak meremehkan alat pemotong. Gunakan gunting ranting yang tajam agar jaringan batang tidak rusak.
"Setelah dipotong, ujung batang sebaiknya diolesi fungisida atau pasta pruning untuk mencegah serangan jamur. Jangan lupa sisakan dua sampai tiga helai daun agar proses fotosintesis tetap berjalan," tambahnya.
Menilai Keberhasilan dan Perawatan Rutin
Tanda keberhasilan stek biasanya terlihat setelah tiga hingga empat minggu. Jika daun tetap hijau segar serta muncul akar dan tunas baru, artinya proses stek Anda berhasil. Sebaliknya, jika batang mengering, kemungkinan besar proses stek gagal.
Baca Juga: Mengenal Senyawa Aktif Bunga Telang yang Ampuh Lawan Kolesterol Tinggi
Agar mawar tetap produktif, Iftiyah menyarankan jadwal perawatan rutin. Pemupukan dan penyemprotan pestisida bisa dilakukan seminggu sekali pada hari yang berbeda.
"Satu hal lagi, rajin melakukan pruning atau pemangkasan sangat penting. Batang yang kurang produktif perlu dipangkas untuk memicu tumbuhnya tunas segar yang nantinya akan menghasilkan bunga lebih banyak," tutup Iftiyah.
Dengan teknik stek ini, siapa pun kini bisa menambah koleksi mawar di rumah secara praktis, hemat, dan menyenangkan. (*)
Editor : Chairunnisya