PONTIANAK POST - Bagi para pencinta akuarium air laut, nama Ikan Mandarin (Synchiropus splendidus) tentu sudah tidak asing lagi. Ikan ini menjadi buruan utama karena corak tubuhnya yang luar biasa eksotis.
Meski menyandang nama "Mandarin", siapa sangka ikan cantik ini bukan berasal dari Tiongkok, melainkan ikan asli perairan Indonesia.
Stevanus Sugiarto (32), seorang kolektor ikan hias, mengungkapkan bahwa penyematan nama Mandarin lebih dikarenakan perpaduan warnanya yang kental dengan nuansa oriental.
Baca Juga: Ikan Hias Bernilai Ekonomis, Corak Unik di Tubuh Channa
"Ini sebenarnya ikan lokal. Namun, kombinasi warna biru dan merahnya sangat apik. Motif tubuhnya unik, terlihat seperti seni kaligrafi atau jubah kaisar Tiongkok," ujar Stevanus, dikutip dari JAWAPOS.
Bentuk Tubuh yang Tak Biasa
Daya tarik Ikan Mandarin tidak berhenti pada warna saja. Bentuk tubuhnya pun tergolong unik dibandingkan ikan hias lainnya. Bagian kepalanya sekilas menyerupai katak, dengan sirip bawah yang berfungsi layaknya kaki untuk bertumpu di dasar akuarium.
"Pergerakan siripnya juga khas, sekilas seperti berputar. Karena habitat aslinya adalah ikan arus bawah, aktivitasnya lebih banyak dihabiskan di dasar laut," tambahnya.
Baca Juga: Pesona Bodi Tengalan Borneo yang Berharga Jutaan Rupiah
Banyak Ditemukan di NTB
Stevanus menjelaskan bahwa stok Ikan Mandarin yang beredar di pasaran mayoritas berasal dari wilayah timur Indonesia, khususnya Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di sana, keberadaan ikan ini masih sangat melimpah.
Secara ukuran, ikan ini termasuk mungil. Panjang maksimalnya hanya sekitar 12 sentimeter, namun yang paling sering diperjualbelikan berukuran 7 hingga 8 sentimeter. Harganya pun relatif ramah di kantong, yakni mulai dari Rp 50 ribuan saja.
Tips Perawatan: Jangan Biarkan Stres!
Memelihara Ikan Mandarin membutuhkan sedikit perhatian pada dekorasi akuarium. Karena sifatnya yang pemalu dan suka bersembunyi, penghobi disarankan menyediakan banyak bebatuan sebagai tempat berlindung.
Baca Juga: Awalnya untuk Konsumsi, Kini Digandrungi Sebagai Ikan Hias
"Jangan gunakan konsep akuarium terbuka tanpa hiasan. Adanya dekorasi batu membuat ikan merasa nyaman dan tidak mudah stres," saran Stevanus.
Untuk urusan perut, Ikan Mandarin termasuk cukup selektif. Mereka sangat menyukai plankton cair sebagai asupan utama.
Meski harga plankton cair mencapai Rp 520 ribu per liter, penggunaannya sangat hemat karena hanya memerlukan dosis kecil sesuai volume air akuarium.
Baca Juga: Mengenal Synodontis Petricola, Lele Polkadot Langka yang Menjadi Primadona
"Secara keseluruhan, daya tahan tubuhnya kuat dan mudah beradaptasi. Karena ini jenis lokal, tidak butuh perawatan yang terlalu ribet. Yang penting filtrasi airnya baik, ikan ini sangat layak jadi koleksi," tutupnya. (*)
Editor : Chairunnisya