Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Kesalahan Pria dalam Berkomunikasi yang Sering Merusak Hubungan dengan Wanita

Uray Ronald • Rabu, 29 April 2026 | 11:56 WIB
Ilustrasi. (Magnific)
Ilustrasi. (Magnific)

 

PONTIANAK POST - Komunikasi sering kali menjadi api dalam sekam bagi banyak pasangan di dunia.

Banyak pria tidak menyadari kesalahan komunikasi saat berbicara dengan wanita. 

Kesalahan ini sering muncul di tengah percakapan. Fenomena ini terlihat dari pola komentar pria dan wanita.

Menurut Your Tango, perbedaannya cukup mencolok dalam cara merespons. Wanita cenderung memberi respons “ya, dan…”. 

Mereka menyetujui lalu menambahkan pengalaman atau sudut pandang. Pria sering memberi respons “oke, tapi…”.

Mereka cenderung mengoreksi dan menunjukkan kesalahan. Kebiasaan ini mungkin efektif di lapangan bola, namun sangat beracun dalam hubungan asmara.

Baca Juga: Ciri Orang Berhati Emas yang Mulai Langka, Apakah Anda Salah Satunya?

Perbedaan cara pria dan wanita berbicara ternyata berakar jauh sejak masa kanak-kanak.

Wanita cenderung menggunakan bahasa untuk berkolaborasi dan membangun ikatan emosional yang kuat.

Sementara, pria sering menggunakan bahasa sebagai alat kompetisi.

Apa Itu Ritual Opposition?

Kesalahan ini dikenal sebagai “ritual opposition”. Ini adalah kebiasaan menentang argumen dalam percakapan.

Kondisi saat seseorang terus-menerus mendebat untuk mencari kelemahan lawan bicara.  

Ahli linguistik Deborah Tannen menjelaskan fenomena ini. Ia meneliti pola komunikasi pria dan wanita selama bertahun-tahun.

Menurutnya, kebiasaan ini terbentuk sejak kecil. Anak laki-laki dan perempuan dilatih dengan cara berbeda.

Perempuan diajarkan untuk menyesuaikan diri dalam kelompok. Mereka menjaga hubungan dan perasaan orang lain.

Sebaliknya, laki-laki didorong untuk menonjol. Mereka belajar menunjukkan posisi dan dominasi.

Baca Juga: Hubungan Selalu Gagal? 5 Kesalahpahaman Tentang Cinta Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Mengapa Wanita Membenci Mansplaining?

Dalam dunia kerja, pria tercatat menyela atau membantah wanita 33% lebih sering daripada sesama pria.

Pola ini sering dianggap sebagai mansplaining atau perilaku meremehkan kapasitas intelektual wanita.

"Banyak wanita tidak menyukainya," tulis Tannen dalam bukunya yang berjudul Talking from 9 to 5.

Wanita menganggap tantangan verbal tersebut sebagai serangan pribadi yang menghambat produktivitas kerja.

Dalam hubungan, kebiasaan ini sangat merusak. Komunikasi menjadi tidak nyaman dan penuh konflik.

Banyak wanita merasa terganggu dengan sikap ini. Mereka sulit membangun koneksi emosional.

Percakapan yang penuh bantahan membuat hubungan cepat berakhir. Pasangan yang terus berdebat akan kehilangan kedekatan.

Komunikasi berubah menjadi ajang saling menyerang. Menjalin hubungan dengan pria yang selalu ingin menang adalah mimpi buruk nyata.

Komunikasi yang seharusnya menjadi perekat hubungan justru terkikis oleh sikap yang selalu mendebat.

Wanita tidak bisa membangun ikatan jika pasangannya selalu mencari celah kesalahan.

Rasio Ajaib dalam Hubungan yang Sehat

Pakar hubungan Dr. John Gottman menemukan "rasio ajaib" untuk hubungan yang langgeng.

Pasangan sukses memiliki setidaknya lima interaksi positif untuk setiap satu interaksi negatif.

Interaksi negatif mencakup kebiasaan menyela, meremehkan, hingga mengkritik pasangan secara berlebihan secara terus-menerus.

Jika setiap obrolan berisi debat, hubungan tersebut dipastikan tidak akan bisa bertahan.

Berhentilah berusaha untuk selalu benar dan mulailah mencoba memahami perspektif pasangan Anda.

Interaksi positif bisa berupa empati dan apresiasi. Mendengarkan dengan tulus juga sangat penting.

Memahami pasangan lebih penting daripada merasa benar. Komunikasi harus membangun, bukan menjatuhkan.

Berhenti mencari kesalahan dalam setiap kata. Mulailah fokus pada makna keseluruhan.

Jika tidak, hubungan akan terasa melelahkan. Bahkan bisa berakhir dengan kesendirian.

Anda mungkin menjadi orang paling dominan di kantor karena kepintaran Anda berdebat.

Namun, tanpa empati dalam berkomunikasi, Anda mungkin akan berakhir makan malam sendirian.*

 

Editor : Uray Ronald
#kesalahan pria dalam berkomunikasi #ritual opposition #cara berkomunikasi dengan wanita #tips hubungan sehat #mansplaining.