PONTIANAK POST - Mengirim tanaman hidup seperti anggrek tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain teknik perawatan setelah sampai, proses pengemasan dan pengiriman juga menjadi kunci agar tanaman tetap sehat hingga tiba di tangan pembeli.
Pemilik Kebun PD Orchid, Wike, juga memberi saran bagi penjual. Menurut dia, hal yang paling vital saat pengiriman adalah memastikan media tanam dalam kondisi kering.
’’Kalau basah, dus bisa lembap, lalu kena panas jadi uap. Itu yang bikin akar busuk saat sampai ke pembeli,’’ jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Media yang benar-benar kering dinilai aman untuk perjalanan hingga seminggu, bahkan untuk pengiriman antarpulau.
Baca Juga: Cara Mengatasi Penyakit Tersembunyi pada Anggrek Setelah Dibeli Secara Online
’’Kalau agak lembab masih bisa ditoleransi, tapi sebisa mungkin harus dikeringkan dulu sebelum berangkat. Setelah sampai tujuan, pembeli pasti melakukan perawatan seperti yang dianjurkan,’’ ujarnya.
Selain kondisi media tanam, pengemasan juga tidak kalah penting. Anggrek harus diposisikan rapat agar tidak bergoyang selama proses pengiriman.
’’Kalau goyang, daunnya bisa rontok, bunganya patah. Itu sering bikin pembeli kecewa,’’ tuturnya.
Baca Juga: Cara Merawat Anggrek yang Dibeli Online agar Tidak Stres dan Tetap Sehat
Lapisi Bunga dengan Dakron
Untuk menjaga keamanan, Wike biasa mengikat tanaman dengan rafia ke dalam dus. Khusus anggrek yang memiliki bunga banyak seperti bulan dan dendrobium, bagian bunganya dilapisi dakron atau kertas agar tidak lecet.
Dengan cara tersebut, anggrek tetap aman meski menempuh perjalanan selama 3–4 hari.
’’Kalau hanya pakai lakban seadanya, gampang lepas. Saya lebih tenang kalau ikatan rapat,’’ ujarnya.
Baca Juga: Ini Langkah Mudah Mengatasi Akar Kering pada Anggrek
Menurut Wike, semakin mahal jenis anggrek, maka proses pengirimannya juga harus semakin diperhatikan.
Ia bercerita, salah seorang rekannya pernah mengirim dendrobium keriting sepanjang dua meter ke Jakarta.
’’Karena harganya puluhan juta, dia sampai menyewa bus khusus. Itu satu tanaman saja. Jadi memang ada kelasnya,’’ katanya. (*)
Editor : Chairunnisya