Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Studi Ungkap Penggemar Musik Rap Kerap Dicap Negatif, Agresif, dan Berbahaya

Uray Ronald • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:23 WIB
Ilustrasi - Penyanyi rap Eminem. (Shutterstock)
Ilustrasi - Penyanyi rap Eminem. (Shutterstock)

 

PONTIANAK POST - Penelitian terbaru dalam jurnal Psychology of Music mengungkap stereotip negatif terhadap penggemar musik rap masih kuat.

Masyarakat cenderung langsung memberikan penilaian negatif kepada seseorang hanya karena mereka mendengarkan musik rap.

Pendengar rap dinilai lebih agresif secara seksual dan lebih mungkin melakukan pembunuhan.

Temuan ini menunjukkan stigma terhadap musik rap tidak hanya melekat pada musisinya. Penilaian negatif juga diarahkan kepada pendengar biasa.

Baca Juga: Rutin Makan Telur Turunkan Risiko Alzheimer, Ini Hasil Studi Terbaru!

Musik Rap dan Stereotip Negatif

Rap dan hip-hop menjadi genre musik populer di dunia. Jutaan orang mendengarkan lagu rap setiap hari melalui layanan streaming. 

Namun, genre ini sering dikaitkan dengan kekerasan, narkoba, dan objektifikasi perempuan. Stereotip tersebut telah lama memengaruhi persepsi publik.

Penelitian sebelumnya juga menemukan lirik rap kerap digunakan dalam persidangan pidana

. Jaksa terkadang memakai lirik rap sebagai bukti karakter buruk atau kecenderungan kriminal terdakwa.

Baca Juga: Mendengarkan Musik Bareng Teman Ternyata Bikin Otak dan Emosi "Satu Frekuensi"

"Kami sangat tertarik dengan fenomena lirik rap yang terus dijadikan bukti dalam persidangan pidana," kata Kaila Putter, peneliti dari James Cook University, Australia dikutip psypost.

Ia mengatakan praktik itu jarang terjadi pada genre lain. Menurutnya, rap masih dipandang dekat dengan misogini, kekerasan, dan kriminalitas.

Penelitian tentang Penggemar Musik Rap

Para ilmuwan menggelar dua eksperimen daring untuk menguji efek stereotip musik rap pada pendengar biasa. 

Mereka melibatkan 300 partisipan dari Amerika Serikat dan Australia untuk menilai profil seorang siswa fiktif berusia 18 tahun.

Siswa keturunan Afrika-Amerika tersebut digambarkan sebagai atlet berprestasi yang dituduh melakukan tindakan pembunuhan. 

Beberapa versi profil menyertakan lirik rap eksplisit dari lagu favoritnya, sementara versi lain menghapusnya.

Baca Juga: Optimisme Bikin Umur Lebih Panjang, Studi Ungkap Orang Optimistis Bisa Hidup 15 Persen Lebih Lama

Setelah membaca deskripsi, peserta kemudian diminta menilai karakter siswa itu. 

Hasilnya, keberadaan lirik lagu tersebut sangat memengaruhi cara pandang para partisipan terhadap karakter sang siswa. 

Profil siswa yang menyukai lagu rap dinilai jauh lebih berbahaya dan juga agresif.

"Secara mengejutkan, partisipan lebih fokus melihat lirik lagu rap ketimbang tuduhan pembunuhan itu sendiri," jelas Putter.

Penilaian negatif muncul baik pada karakter laki-laki maupun perempuan. Keduanya dinilai sama keras ketika lirik rap dimasukkan.

Baca Juga: Benarkah Perempuan Tidur Lebih Lama dari Laki-laki? Ini Fakta Ilmiahnya Menurut Penelitian

Label Genre Tidak Banyak Berpengaruh

Eksperimen kedua melibatkan 504 responden dari Amerika Serikat dan Australia.

Peneliti memakai lirik yang sama, tetapi mengganti label genre musik pada lirik tersebut menjadi pop atau metal. 

Namun, perubahan label ternyata sama sekali tidak mengubah penilaian negatif dari para partisipan.

Lebih dari 80 persen partisipan tetap mengenali bahwa lirik kasar tersebut merupakan bagian dari musik rap. 

Hal ini menunjukkan bahwa isi lirik itu sendiri yang langsung memicu prasangka buruk di kepala masyarakat terhadap musik rap.

Oleh karena itu, edukasi mengenai sejarah dan nilai seni musik rap dianggap penting untuk melawan asumsi buruk. 

Putter mengakui penelitian ini memiliki batasan karena belum dilakukan langsung di dalam konteks persidangan.

Lirik yang digunakan dalam eksperimen juga sangat ekstrem dan belum mewakili seluruh pesan positif musik rap. 

Di masa depan, penelitian akan dikembangkan menggunakan media audio agar menyerupai kebiasaan asli pendengar musik.*

Editor : Uray Ronald
#musik rap #stereotip penggemar rap #penelitian musik rap #lirik rap #Psychology of Music