PONTIANAK POST - Curah hujan tinggi membuat unsur hara pada media tanam lebih cepat hanyut.
Karena itu, tanaman cabai tetap membutuhkan pemupukan rutin agar pertumbuhannya stabil dan tidak mudah mengalami kerontokan bunga maupun buah.
Kreator kebun @loteng_garden Ainul Anwar mengatakan, pemberian pupuk tetap penting meski hujan turun hampir setiap hari.
Baca Juga: Tips Merawat Cabai Saat Musim Hujan agar Tidak Mudah Busuk
“Tetap perlu pupuk. Biasanya saya pakai pupuk padat seperti NPK atau pupuk organik granul. Saya berikan tiap satu sampai dua minggu sekali dengan cara ditugal atau dibenamkan,” jelasnya, dikutip dari Jawapos.
Sesuaikan Jenis Pupuk Saat Mulai Berbunga
Menurut Ainul, komposisi pupuk perlu disesuaikan ketika tanaman mulai memasuki fase generatif atau berbunga.
Pada fase ini, penggunaan nitrogen sebaiknya dikurangi dan diganti dengan pupuk tinggi kalium.
Baca Juga: Cara Merawat Akuaponik agar Tanaman dan Ikan Tetap Sehat
“Gunakan pupuk tinggi kalium saat mulai berbunga untuk memperkuat bunga dan buah, juga semprotkan kalsium agar memperkuat dinding sel,” tuturnya.
Langkah tersebut membantu bunga dan buah lebih kuat sehingga tidak mudah rontok akibat cuaca lembap dan hujan berkepanjangan.
Curah Hujan Tinggi Bikin Tanaman Lebih Rentan
Ainul menjelaskan, musim hujan membuat sirkulasi udara di sekitar tanaman kurang optimal.
Kondisi lembap ini membuat tanaman lebih mudah terserang penyakit.
“Tantangan terbesar merawat cabai saat musim hujan itu kelembapan yang terlalu tinggi dan tanah yang terlalu basah. Jika terus-menerus kena hujan, akar mudah busuk dan penyakit cepat muncul,” ujarnya.
Karena itu, kondisi media tanam juga harus diperhatikan agar tidak terlalu padat dan mampu mengalirkan air dengan cepat.
Dolomit dan Fungisida Jadi Langkah Pencegahan
Selain pemupukan rutin, Ainul juga memiliki trik tambahan untuk menjaga kesehatan tanaman cabai selama musim hujan.
Baca Juga: Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Penanaman Cabai TMMD di Dusun Onggok Sanggau
Dia rutin menaburkan dolomit setiap tiga hingga empat minggu untuk menjaga pH tanah tetap stabil.
Tidak hanya itu, penyemprotan fungisida secara berkala juga dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tanaman tidak mudah terserang penyakit jamur saat kelembapan tinggi. (*)
Editor : Chairunnisya