PONTIANAK POST - Memelihara Golden Diamond tidak hanya soal memberi pakan berkualitas. Faktor yang paling menentukan justru berada pada kualitas air tempat ikan tersebut hidup.
Sebagai ikan yang tidak memiliki sisik dan memiliki metabolisme tinggi, pari air tawar menghasilkan banyak kotoran dan sisa pakan yang dapat memengaruhi kondisi air secara cepat.
Kuras Akuarium Minimal Tiga Kali Seminggu
Menurut Pinarto Kusuma, tantangan terbesar dalam pemeliharaan pari air tawar bukanlah penyakit, melainkan pengelolaan kualitas air.
Baca Juga: Pakan Jadi Kunci Keindahan Pari Golden Diamond
“Jika sisa pakan dan kotoran ini dibiarkan menumpuk, kadar amonia dan nitrat akan melonjak drastis, yang bisa berakibat fatal (kematian mendadak) pada pari,” kata Pinarto, dikutip dari Jawapos.
Karena itu, sistem filtrasi harus dirawat secara serius. Untuk pemeliharaan di akuarium, air idealnya diganti setiap hari dengan menguras sekitar 20 persen volume air.
Alternatif lainnya, penggantian air dilakukan secara berkala minimal tiga kali dalam seminggu.
Baca Juga: Golden Diamond, Ikan Pari Amazon yang Kini Jadi Investasi Sultan
Kolam Lebih Fleksibel
Kondisi berbeda berlaku jika Golden Diamond dipelihara di kolam. Volume air yang lebih besar membuat ruang hidup ikan lebih luas dan membantu menekan konsentrasi amonia.
Dengan kapasitas air yang jauh lebih besar dibandingkan akuarium, frekuensi dan persentase penggantian air di kolam menjadi lebih fleksibel.
Baca Juga: Mengenal Bunglon Putih, Ikan Hias Laut Langka yang Banyak Diburu Penghobi
Volume air yang masif mampu meredam peningkatan kadar amonia lebih baik sehingga kualitas lingkungan hidup ikan lebih stabil. (*)
Editor : Chairunnisya