PONTIANAK POST – Personel Polsek jajaran Polres Melawi bergerak cepat melakukan ground check dan verifikasi titik panas (hotspot) karhutla yang terpantau di sejumlah wilayah Kecamatan Ella Hilir dan Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Rabu (15/7/2026).
Pengecekan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat segera ditangani sebelum meluas dan berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Dua Hotspot Ditemukan di Ella Hilir
Di wilayah hukum Polsek Ella Hilir, petugas menemukan dua titik hotspot yang terpantau pada wilayah Kecamatan Ella Hilir.
Titik pertama berada di Desa Penyuguk dengan waktu akuisisi 15 Juli 2026 pukul 13.22 WIB. Sementara titik kedua berada di Desa Nanga Nyuruh pada waktu yang sama.
Sebelum menuju lokasi, personel Polsek Ella Hilir melaksanakan apel kesiapan dan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan pengecekan lapangan.
Petugas juga membawa sarana pendukung pemadaman untuk mengantisipasi apabila ditemukan adanya titik api.
Setelah dilakukan pemeriksaan, personel melakukan upaya pemadaman dan memastikan kondisi lokasi dalam keadaan aman.
Polsek Sayan Verifikasi Hotspot Satelit AQUA
Upaya serupa dilakukan personel Polsek Sayan setelah menerima informasi adanya hotspot yang terdeteksi satelit AQUA di Desa Meta Bersatu, Kecamatan Sayan.
Titik panas tersebut berada pada koordinat 0°40'44,33" LU dan 111°42'49,43" BT.
Personel Polsek Sayan langsung bergerak menuju lokasi setelah melaksanakan apel persiapan dan berkoordinasi dengan perangkat Desa Meta Bersatu.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran aktif atau kondisi lain yang terdeteksi oleh satelit.
Edukasi Warga Jadi Kunci Pencegahan Karhutla
Selain melakukan pemadaman dan pengecekan lapangan, personel Polres Melawi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla.
Petugas menyampaikan pentingnya mematuhi Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.
Masyarakat diimbau memahami tata cara pembukaan lahan yang sesuai aturan serta tidak melakukan pembakaran yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
Petugas juga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat agar bersama-sama mengawasi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan.
Kapolres Melawi Minta Personel Siaga
Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon menegaskan seluruh personel Polres Melawi dan jajaran harus siap menghadapi potensi karhutla.
Ia meminta pengecekan terhadap peralatan pendukung, seperti mesin pemadam dan alat pelindung diri (APD), dilakukan secara berkala agar siap digunakan saat diperlukan.
“Pastikan seluruh personel agar selalu siap menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Alat pendukung lainnya seperti mesin pemadam dan Alat Pengaman Diri (APD) pastikan dilakukan pengecekan dan siap digunakan,” ujar AKBP Harris.
Menurutnya, keberadaan hotspot di sejumlah wilayah harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan agar potensi kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.
Kolaborasi Polisi dan Masyarakat Cegah Karhutla
Polres Melawi menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari aparat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga warga.
Respons cepat terhadap informasi hotspot menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan berkembang menjadi bencana yang lebih besar. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro