Namun, prediksi Kapolsek, kenaikan harga jual komoditi berpotensi terjadi saat menjelang Idul Fitri 1442 H mendatang. Sebab, menyambut Idul Fitri nanti akan terjadi lonjakan kebutuhan masyarakat. “Pasti akan terjadi hukum pasar. Ketika permintaan meningkat maka harga jual akan naik. Nah, kita akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan kenaikan tersebut masih dalam kewajaran,” tegasnya.
Menurut Kapolsek, sejumlah komoditi yang diperkirakan mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri 1442 H nanti seperti daging ayam, daging sapi, telur ayam dan komoditi lainnya. “Kemungkinan komoditi yang mengalami kenaikan harga jual yakni kebutuhan pokok untuk dikonsumsi keluarga, maupun bahan baku untuk membuat kue lebaran,” tuturnya. Karena itu, Rahmad Kartono menghimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan. Masyarakat diingatkan agar tidak menyetok atau menimbun barang dalam jumlah banyak karena akan memicu terjadinya kelangkaan barang di pasar. “Silahkan belanja sesuai kebutuhan saja. Karena, stok barang di pasar sudah dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama ramadan hingga Idul Fitri nanti,” sarannya.
Disamping itu, lanjut Kapolsek, dirinya turut mengingatkan pedagang Pasar Rakyat Jongkat agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Mengingat, pasar menjadi tempat interaksi sosial antar masyarakat. “Kita menghimbau sekaligus mengingatkan seluruh pedagang di Pasar Rakyat Jongkat agar selalu menerapkan prokes dengan ketat dan disiplin,” pesan Rahmad Kartono.
Menurut Rahmad Kartono, pasar merupakan salah satu lokasi strategis yang sangat berpotensi terjadinya penularan virus corona. Sebab, pasar menjadi tempat interaksi sosial masyarakat. “Puluhan bahkan ratusan masyarakat akan berinteraksi melakukan transaksi jual beli dengan para pedagang. Maka, tidak menutup kemungkinan interaksi tersebut menyebabkan terjadinya penuluran. Ini yang harus kita antisipasi,” pendapatnya.
Karena itu, Kapolsek berpesan kepada seluruh pedagang di Pasar Rakyat Jongkat agar selalu menerapkan prokes dengan ketat. Mulai dari memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan serta selalu menjaga jarak dengan para pengunjung. “Pedagang harus tata terhadap prokes. Karena, potensi terjadinya penularan virus corona di lingkungan pasar cukup besar,” tuturnya.
Selain pedagang, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat konsumen agar menerapkan prokes dengan baik dan benar saat berbelanja di pasar. Terutama selalu memakai masker ketika melakukan transaksi di pasar. “Masyarakat konsumen juga harus patuh dan disiplin dalam menerapkan prokes ketika berbelanja. Pakai masker dan selalu menjaga jarak dengan para pengunjung lainnya. Hal ini demi kebaikan dan kesehatan kita bersama,” tegasnya mengakhiri.(wah) Editor : admin2