MEMPAWAH -- Kerajaan Amantubillah Mempawah menggelar ziarah ke makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama, Desa Pasir. Ziarah dipimpin langsung Raja Mempawah Dr Ir Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim, M.Sc beserta Permaisuri Ratu Kencanawangsa Arini Mariam, Selasa (20/9) siang.
Turut hadir Bupati Mempawah Erlina, Wakil Bupati Muhammad Pagi, Kapolres AKBP Fauzan Sukmawansyah, Ketua DPRD Ria Mulyadi, Dandim 1201/MPh Letkol Inf Daru Cahyo Alam, Kakan Kemenag Hasib Arista, Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Mempawah, kerabat Keraton Amantubillah beserta para sesepuh dan laskar Opu Daeng Menambon.
“Ziarah merupakan rangkaian dari prosesi perayaan adat budaya robo-robo Kerajaan Amantubillah Mempawah. Setiap tahun, kita melaksanakan ziarah ke makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama,” jelas Raja Mardan kepada wartawan.
Selain ziarah, sambung Raja Mardan, Kerajaan Amantubillah Mempawah juga melaksanakan rangkaian kegiatan adat lainnya. Salah satunya, pelepasan puaka yang tahun ini berupa seekor buaya.
“Puaka ini kita beri nama Liung. Ini merupakan puaka buaya ke empat yang kita lepas di Sungai Mempawah. Jadi, setiap puaka buaya ini kita beri nama,” ujarnya.
Dikatakan Raja Mardan, berbagai rangkaian acara dan kegiatan dalam perayaan adat budaya robo-robo tersebut merupakan upaya Kerajaan Amantubillah untuk melestarikan nilai adat istiadat di masyarakat.
“Ini merupakan cara kita untuk mengenang sekaligus napak tilas perjuangan dan sejarah daerah. Bangsa ini dibangun atas kebersamaan, dan harus kita lestarikan. Caranya dengan mencintai adat budaya. Indonesia berbudaya yang dibangun atas kebudayaan masyarakat Indonesia itu sendiri,” tegasnya.
Menurut Raja Mardan, pelestarian adat budaya tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Melainkan dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh stakeholder masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.
“Kerja ini tidak bisa sendirian, harus bersama-sama. Maka, kami mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak. Termasuk Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Forkopimda,” harapnya.
Untuk itu, Raja Mardan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi serta peran aktif seluruh komponen masyarakat Kabupaten Mempawah yang turut andil menjaga serta melestarikan nilai adat budaya hingga sampai hari ini tetap terlaksana dengan baik.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah beserta jajaran yang telah mendukung kegiatan adat budaya Kerajaan Amantubillah Mempawah. Tolong juga dibantu untuk dijaga kelestarian alam dan lingkungan termasuk satwa agar tidak punah,” pesan Raja.
Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina yang turut hadir dalam kegiatan ziarah ke Makam Opu Daeng Menambon di Sebukit Rama menilai pelestarian adat budaya merupakan harga mati yang harus dilaksanakan seluruh elemen masyarakat. Terutama adat budaya robo-robo keluarga besar Kerajaan Amantubillah Mempawah.
“Robo-robo merupakan adat istiadat Kerajaan Amantubillah Mempawah yang harus dijaga dan dilestarikan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mempawah mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Amantubillah Mempawah beserta panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian kegiatan robo-robo tahun 2022 ini,” ucap Bupati.
Bupati berharap seluruh rangkaian agenda perayaan adat budaya robo-robo tahun 2022 berjalan dengan baik dan lancar sesuai agenda yang telah disusun. Supaya, kegiatan ini dapat memberikan nilai edukasi kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya.
“Mudah-mudahan semua kegiatan berjalan lancar dan sukses. Terutama kondisi cuaca semoga dapat mendukung terselenggaranya rangkaian acara robo-robo yang puncaknya akan dilaksanakan pada besok (hari ini),” pungkasnya.(wah) Editor : Misbahul Munir S