Kegiatan OP di Kantor Camat Jongkat dibuka Kadis Perindagnaker, Johana Sari Margiani didampingi jajarannya. Dihadapan masyarakat, Johana menjelaskan kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sembako pasca kebijakan kenaikan harga BBM subsidi.
“Operasi pasar ini merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Mempawah yang ditujukan untuk membantu kesulitan masyarakat memenuhi kebutuhan Sembako. Terutama masyarakat ekonomi menengah kebawah,” kata Johana.
Melalui kegiatan tersebut, Johana berharap menciptakan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok Sembako di masyarakat. Termasuk juga dapat mengembalikan tingginya inflasi daerah.
“Sembako yang dijual dalam kegiatan OP ini telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui APBD TA 2022 sehingga, masyarakat bisa mendapatkan Sembako dengan harga lebih murah dari pasar,” ungkapnya.
Dan yang terpenting, menurut dia, kegiatan OP dapat meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak kebijakan kenaikan BBM. Mengingat, kebijakan kenaikan BBM berdampak signifikan terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat.
“Mudah-mudahan dapat meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tuturnya.
Tak lupa, Johana mengimbau masyarakat agar meninggalkan pola hidup konsumtif. Dia menyarankan agar masyarakat membeli barang-barang sesuai kebutuhan dan keperluan rumah tangga.
“Silahkan berbelanja sesuai kebutuhan dan keperluan harian. Karena, kita memastikan stok dan ketersediaan barang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi tidak perlu menerapkan pola konsumtif,” pungkasnya.
Dalam OP tersebut, Disperindagnaker Mempawah menjual bahan Sembako dengan harga murah. Diantaranya, beras 5 kg Rp 45 ribu, gula pasir 2 kg Rp 18 ribu, minyak goreng 2 liter Rp 22 ribu, telur 1 kg Rp 26 ribu, bawang merah 0,25 kg Rp 7.750 dan bawang putih 0,25 kg Rp 5.250. (wah) Editor : Misbahul Munir S