PONTIANAK POST – Memastikan distribusi elpiji subsidi lancar guna memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Mempawah menerapkan kebijakan penggunaan KTP dan NPWP bagi para pengecer. Supaya, elpiji sampai ditangan konsumen dengan baik dan tepat sasaran.
Wakil Bupati Mempawah, H.Juli Suryadi mengungkapkan pihaknya telah bersepakat dengan para pemilik pangkalan elpiji di Kabupaten Mempawah untuk menerapkan kebijakan tertentu bagi pengecer elpiji.
“Berdasarkan hasil rapat yang telah kita sepakati, bahwa setiap pangkalan akan meminta KTP dan NPWP bagi pengecer elpiji,” ungkap Juli Suryadi saat memimpin inspeksi mendadak (Sidak) di salah satu pangkalan elpiji di Kota Mempawah, Selasa (25/2) pagi.
Wabup menjelaskan, penggunaan KTP dan NPWP itu sendiri dimaksudkan agar para pengecer elpiji di Kabupaten Mempawah terdata dengan baik. Sebab, data pengecer elpiji akan menentukan kuota elpiji subsidi di Kabupaten Mempawah.
“Karena kalau pengecer elpiji ini tidak terdata, maka para agen hanya bisa memberikan kuota sebesar 10 persen. Tapi kalau mereka (pengecer) sudah terdata, maka kuotanya bisa ditambah lagi,” papar Wabup.
Terkait distribusi elpiji subsidi, Wabup berharap aman dan lancar. Dari hasil pantauannya di tingkat pangkalan, distribusi elpiji subsidi berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Berdasarkan informasi dari pihak pangkalan, distribusi elpiji bisa tiga kali dalam sebulan dengan stok yang ada sekitar 200 tabung. Mudah-mudahan stok ini tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam momentum menyambut Ramadan hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.(wah)
Editor : A'an