PONTIANAK POST – Sekitar dua hektare lahan hutan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah habis terbakar pada Senin (14/7) sore. Kapolres Mempawah, AKBP Jonathan David melalui Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi mengungkapkan titik api terdeteksi di RT 01/RW 01, Desa Galang.
“Lokasi karhutla tepatnya berada di RT 01/RW 01, Desa Galang, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan kurang lebih dua hektare,” jelas Setyadi, Selasa (15/7) pagi saat dikonfirmasi wartawan.
Setyadi mengungkapkan semua pihak turut membantu pemadaman, baik masyarakat hingga pihak perusahaan perkebunan.
“Tiga unit Damkar perusahaan dibantu kelompok masyarakat Peduli Api Desa Galang sejak tadi malam sudah berada dilokasi untuk melakukan pemadan dan mencegah agar api tidak meluas ke lahan lainnya,” ujarnya.
Lahan gambut menjadi tantangan bagi petugas untuk memadamkan titik api. Sebab, api dengan cepat menyebar dan meluas di area tanah gambut. Hingga saat ini, Setyadi menyatakan penyebab karhutla masih dalam penyelidikan. “Saat ini masih minim informasi dari para saksi untuk mengungkap penyebab karhutla di Desa Galang,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga api berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi oleh oknum warga di Komplek Perumahan Galang Mulia. Kemudian, api menyebarluas ke kawasan hutan di belakang komplek perumahan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah juga turun ke lokasi kebakaran. “Kami akan turun ke lokasi untuk melakukan intervensi di lokasi karhutla,” jelas Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, BPBD Mempawah, Purwadi.
Purwadi menambahkan saat ini pihaknya fokus pada penanggulangan agar api tidak meluas dan membakar lahan-lahan lainnya.
“Kita belum tahu pasti penyebab karhutla di Desa Galang ini. Sebab, kita masih fokus untuk memadamkan api dilokasi kebakaran,” pungkasnya.(wah)
Editor : Hanif