PONTIANAK POST - Bupati Mempawah, Erlina memimpin apel gabungan perdana di tahun 2026. Apel yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah itu berlangsung di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Senin pagi (5/1).
Apel turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, Sekretaris Daerah, Ismail serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.
Dalam amanatnya, Erlina menegaskan mengatakan, apel gabungan bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan momentum strategis untuk merefleksikan kinerja tahun 2025 dan meneguhkan tekad pelayanan di tahun yang baru.
“Saya berharap di tahun 2026 ini, para ASN lebih meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik,” pinta Erlina.
Erlina menginstruksikan seluruh ASN untuk memiliki kesamaan visi dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, dan berorientasi pada hasil. Beliau menekankan bahwa pola kerja lama yang lamban dan berbelit-belit harus segera ditinggalkan.
“Reformasi birokrasi bukan hanya tuntutan regulasi, tetapi kebutuhan nyata menjawab harapan masyarakat. Kita harus beralih menuju birokrasi yang adaptif dan inovatif,” ujarnya.
Masih dalam kesempatan itu, Erlina menyorot kedisiplinan ASN. Dia mengingatkan disiplin merupakan pondasi utama keberhasilan pembangunan. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, Bupati memberikan peringatan keras mengenai sanksi bagi ASN yang tidak taat aturan kehadiran.
“ASN yang tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut tanpa alasan sah akan dikenakan sanksi disiplin berat. Bahkan, akumulasi ketidakhadiran 28 hari kerja dalam setahun dapat berujung pada pemberhentian,” tegasnya.
Kemudian, masih disampaikan Erlina, kinerja pelayanan publik harus dimaksimal. Terutama bagi ASN yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan. Erlina menekankan ASN merupakan pelayan masyarakat, bukan justru minta dilayani masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kewajiban bagi seluruh OPD di tahun 2026 ini. Transformasi digital tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar mampu mempercepat integrasi data dan pengambilan keputusan yang tepat bagi kesejahteraan masyarakat Mempawah,” harap dia.
Terakhir, tak lupa Erlina memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh OPD sepanjang tahun anggaran 2025. Namun, beliau tetap meminta adanya tindak lanjut atas hasil evaluasi dan rekomendasi pengawasan agar pengelolaan keuangan daerah tetap akuntabel dan transparan.
"Mari jadikan tahun 2026 sebagai momentum penguatan. Dengan kerja keras dan komitmen yang kuat, saya yakin ASN Kabupaten Mempawah mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah," pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif