PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Mempawah menegaskan komitmennya dalam mendukung investasi strategis melalui Rapat Koordinasi Finalisasi Perjanjian Kerja Sama dengan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). Rapat tersebut dibuka Sekretaris Daerah Mempawah Ismail, di Ruang Balai Patih Kantor Bupati Mempawah, belum lama ini.
Rapat koordinasi ini membahas secara teknis mekanisme tukar menukar Barang Milik Daerah (BMD) yang terdampak pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang saat ini tengah dikembangkan PT BAI di Kabupaten Mempawah.
Ismail, dalam arahannya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan administrasi dalam setiap tahapan kerja sama.
“Proses tukar menukar aset daerah harus berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, tertib secara administrasi, serta mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tegas Ismail.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mempawah pada prinsipnya berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi investor, selama proses yang dijalankan tetap sesuai dengan koridor hukum.
“Finalisasi kerja sama ini bukan semata-mata urusan administrasi, melainkan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah terhadap pembangunan smelter PT BAI. Kami berharap proyek ini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Mempawah,” lanjutnya.
Sementara itu, pihak PT Borneo Alumina Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang terbangun dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah. Head of Department External Relations and Government Relations PT Borneo Alumina Indonesia Yan Eka Milleza menilai koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam kelancaran proyek strategis tersebut.
“Kami mengapresiasi sikap kooperatif dan dukungan penuh dari Pemkab Mempawah dalam memfasilitasi penyelesaian kebutuhan lahan dan aset daerah yang terdampak pembangunan smelter,” ujar Yan Eka Milleza.
Ia menegaskan bahwa kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan menjadi kunci percepatan operasional Smelter Grade Alumina Refinery.
“Sinergi ini sangat membantu kami dalam mempercepat tahapan pembangunan hingga operasional smelter, yang ke depan diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting industri alumina nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” pungkasnya. (wah)
Editor : Hanif