PONTIANAK POST - Jaringan petani dampingan Gemawan dari Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, dan Sambas menggelar konsolidasi serta temu bisnis komoditas untuk memperkuat akses pasar dan pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Sungai Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah, dan diikuti para petani berbasis komoditas dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat.
Koordinator Gemawan Wilayah Mempawah, Lani Ardiansyah, mengatakan konsolidasi tersebut menjadi upaya memperkuat jejaring ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Menurut Lani, kegiatan itu turut menghadirkan PT Hikma Jaya Sempurna yang bergerak di bidang pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat dan pupuk organik bernilai ekonomi.
Pertemuan tersebut juga menghadirkan buyer internasional melalui PT Pusaka Insan Indonesia untuk membuka peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas hasil petani dampingan.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap tercipta kolaborasi kuat antara jaringan petani, sektor industri, dan pemangku kebijakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lani menilai komoditas kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah.
Ia mengatakan penguatan sektor kelapa juga menjadi langkah strategis untuk menjaga lahan masyarakat agar tidak terus beralih fungsi menjadi perkebunan monokultur.
“Kelapa memiliki potensi pasar ekspor yang cukup besar sehingga dapat menjadi alternatif ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan lahan,” katanya.
Program Improving Community Based Economic Movement in West Kalimantan 2024–2027 itu dijalankan Gemawan melalui penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas petani, perluasan akses pasar global, dan pembentukan kemitraan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, petani juga mendapat kesempatan membangun jejaring bisnis langsung dengan mitra industri dan pembeli dari luar negeri. (wah)
Editor : Hanif