Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Sopir Angkutan di Sungai Pinyuh Keluhkan Kelangkaan Solar Subsidi dan Antrean Panjang di SPBU

Wahyu Ismir Jartha Kusuma • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:12 WIB
Kondisi antrean truk yang akan mengisi solar subsidi di SPBU Sungai Pinyuh.
Kondisi antrean truk yang akan mengisi solar subsidi di SPBU Sungai Pinyuh.

PONTIANAK POST — Kelangkaan solar subsidi kembali dikeluhkan para sopir angkutan dan pekerja lapangan di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Kondisi ini dinilai semakin menyulitkan pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan bakar subsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Salah seorang sopir angkutan tanah dan batu, Fauzi, warga Peniraman, mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk operasional truk miliknya. Ia menyebut antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU menjadi penyebab utama sulitnya memperoleh BBM subsidi.

Menurut Fauzi, antrean kendaraan di SPBU Sungai Pinyuh bahkan mulai mengganggu fasilitas umum di sekitar terminal. Ia menilai situasi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah dan aparat terkait.

“Pengguna kecil seperti kami yang paling merasakan dampaknya. Kadang harus antre lama, tetapi belum tentu bisa dapat solar,” ujarnya, Senin (18/5).

Baca Juga: Baznas Mempawah Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal bagi Masyarakat

Ia mengatakan dalam kondisi tertentu para sopir terpaksa membeli solar eceran dengan harga jauh lebih tinggi agar kendaraan tetap bisa beroperasi. Harga solar eceran disebut mencapai Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per liter.

Kenaikan biaya operasional itu, kata dia, tentu memberatkan para sopir angkutan yang mengandalkan pendapatan harian. Apalagi kebutuhan pengisian BBM untuk kendaraan dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali.

Fauzi berharap pemerintah bersama aparat melakukan pengawasan rutin terhadap distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.

“Harapannya ada penertiban dan pengawasan yang merata supaya antrean tidak makin panjang dan pengguna kecil tidak kesulitan,” katanya.

Keluhan serupa, lanjut dia, juga mulai banyak disampaikan sopir angkutan dan pekerja lapangan lainnya, tidak hanya di Sungai Pinyuh tetapi juga di sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Sambut Waisak 2570 BE, Pemkot Singkawang Gelar Ekoteologi dan Penanaman Pohon

"Kami berharap ada langkah konkret untuk memperbaiki distribusi solar subsidi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat kecil tidak terganggu akibat sulitnya memperoleh BBM," pungkasnya. (wah)

Editor : Hanif
#sopir #Sungai Pinyuh #langka #Solar Subsidi #Antrean Panjang