Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kisah Rumah Pertama di Desa Mendalok Mempawah, Warisan Perantau Sambas yang Dihuni Hingga Generasi Ketiga

Silvina • Selasa, 14 Juli 2026 | 09:48 WIB
Rumah Adat Turun Temurun di Desa Mendalok Kabupaten Mempawah (DOK ANTARA)
Rumah Adat Turun Temurun di Desa Mendalok Kabupaten Mempawah (DOK ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Di balik rimbunnya kebun kelapa di Desa Mendalok, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, masih berdiri sebuah rumah yang memiliki nilai sejarah tinggi. Bangunan ini diyakini sebagai rumah pertama yang dibangun di Desa Mendalok, sekaligus menjadi penanda awal terbentuknya permukiman di wilayah tersebut.

Rumah berusia lebih dari satu abad itu kini ditetapkan sebagai cagar budaya bernama Rumah Adat Turun Temurun. Kisah rumah tua ini kembali menjadi perhatian publik, dan diangkat melalui berbagai unggahan di medsos,  antara lain oleh akun Instagram @sitinurfadilah.

Menjadi Awal Berdirinya Desa Mendalok

Baca Juga: Makam Keramat Songkok di Mempawah Selalu Ramai Diziarahi, tetapi Tak Seorang Pun Tahu Siapa yang Terkubur

Menurut akun tersebut, keberadaan Rumah Adat Turun Temurun ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya Desa Mendalok. Bangunan itu didirikan pada 1895 oleh Husin bin Andil, seorang perantau yang berasal dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Saat itu, Husin mendapat tugas membuka kawasan yang masih berupa hutan untuk dijadikan permukiman baru.

Rumah yang dibangunnya kemudian menjadi tempat tinggal pertama di kawasan tersebut. Dari rumah inilah aktivitas masyarakat mulai berkembang hingga akhirnya terbentuk sebuah perkampungan yang kini dikenal sebagai Desa Mendalok.

Karena itulah, rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan menjadi saksi awal perjalanan sejarah desa yang telah berlangsung lebih dari satu abad.

Baca Juga: Menguak Sejarah Benteng Kota Batu Mempawah, Benteng Pertahanan yang Lahir dari Perebutan Takhta

Warisan Keluarga Hingga Generasi Ketiga

Rumah pertama di Desa Mendalok itu terus diwariskan secara turun-temurun kepada keluarga pendirinya.

Salah satu penghuni terakhirnya adalah M. Yakin, yang merupakan generasi ketiga dari keluarga Husin bin Andil. Pria lansia itu pernah menempati rumah tersebut bersama istri dan seorang putranya.

Baca Juga: Benteng Kota Batu di Mempawah Infonya Terbuat dari Pasir Pantai, Ini Keunikannya

Keberadaan Pak Yakin menjadi bukti rumah bersejarah itu tetap dihuni oleh keturunan keluarga pendirinya selama beberapa generasi. Sehingga nilai historisnya tidak hanya tercermin dari usia bangunan, tetapi juga dari kesinambungan sejarah keluarga yang menjaganya.

Menjadi Penanda Sejarah Masyarakat Mendalok

Di tengah perkembangan zaman, rumah tersebut masih dikenang sebagai bangunan yang menandai dimulainya kehidupan masyarakat di Desa Mendalok.

Baca Juga: Ketua DPD RI  Pernah Tinjau Benteng Kota Batu Mempawah, Bukti Pentingnya Warisan Sejarah Kerajaan

Keberadaannya menjadi pengingat bagaimana seorang perantau asal Sambas membuka kawasan baru yang kemudian berkembang menjadi desa yang dihuni banyak warga hingga sekarang.

Bagi masyarakat setempat, rumah pertama di Desa Mendalok bukan hanya sebuah bangunan tua, tetapi juga bagian dari identitas sejarah desa yang patut dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda.

Editor : Silvina
rumah adat turun temurun rumah pertama desa mendalok cagar budaya mempawah sejarah rumah pertama warisan perantau sambas