PONTIANAK POST – Sejarah penyebaran Islam di Kalimantan Barat tidak terlepas dari sosok Opu Daeng Manambon, seorang bangsawan Bugis asal Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan. Selain dikenal sebagai pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Mempawah, ia juga memiliki peran penting dalam memperkuat dakwah Islam di wilayah pesisir barat Pulau Kalimantan.
Melalui kepemimpinannya, Opu Daeng Manambon tidak hanya membangun sistem pemerintahan yang kokoh, tetapi juga menghadirkan perkembangan agama Islam yang berlangsung secara damai dan diterima oleh masyarakat setempat.
Menurut keterangan dari laman Kerukunan Keluarga Luwu Raya, Opu Daeng Manambon diperkirakan lahir sekitar tahun 1695 di Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan. Ia merupakan putra Opu Tandre Borong Daeng Rilekke, seorang tokoh penting di lingkungan Kerajaan Luwu.
Baca Juga: Benteng Kota Batu di Mempawah Infonya Terbuat dari Pasir Pantai, Ini Keunikannya
Bersama saudara-saudaranya yang terkenal sebagai Lima Opu Bugis, Opu Daeng Manambon tumbuh sebagai sosok pemberani, cakap dalam strategi pemerintahan, serta memiliki kemampuan militer yang disegani.
Pada awal abad ke-18, mereka memulai perjalanan merantau ke berbagai wilayah Nusantara, termasuk Semenanjung Malaka dan Kalimantan. Dalam perjalanan tersebut, mereka kerap dipercaya menjadi panglima perang, penasihat kerajaan, hingga penengah konflik di sejumlah kerajaan Melayu.
Strategi Menyebarkan Islam di Mempawah
Baca Juga: Ketua DPD RI Pernah Tinjau Benteng Kota Batu Mempawah, Bukti Pentingnya Warisan Sejarah Kerajaan
Penyebaran Islam yang dilakukan Opu Daeng Manambon tidak dilakukan melalui paksaan, melainkan dengan pendekatan sosial, budaya, dan pendidikan.
Beberapa langkah penting yang dilakukan antara lain:
- Mengundang ulama besar, salah satunya Sayyid Habib Husein bin Ahmad Al Qadri, untuk menetap di Mempawah dan membimbing masyarakat dalam memahami ajaran Islam.
Baca Juga: Menguak Sejarah Benteng Kota Batu Mempawah, Benteng Pertahanan yang Lahir dari Perebutan Takhta
- Membangun masjid serta pusat-pusat pengajian di sekitar lingkungan istana dan permukiman warga sebagai sarana ibadah sekaligus pendidikan agama.
- Mengakomodasi adat dan budaya lokal dengan memadukannya bersama nilai-nilai Islam, sehingga proses dakwah berlangsung secara damai dan mudah diterima masyarakat.
- Mempererat hubungan dengan para tokoh dakwah melalui ikatan keluarga, termasuk menikahkan putrinya, Putri Candra Midi, dengan Syarif Abdurrahman Al Qadri, yang kemudian dikenal sebagai pendiri Kesultanan Pontianak.
Islam Berkembang Pesat di Kalimantan Barat
Pendekatan yang dilakukan Opu Daeng Manambon terbukti membawa dampak besar bagi perkembangan Islam di Kalimantan Barat.
Dalam waktu yang relatif singkat, Islam berkembang menjadi agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Mempawah. Kawasan tersebut kemudian menjadi salah satu pusat penyebaran Islam yang berpengaruh di pesisir barat Kalimantan.
Keberadaan para ulama yang didatangkan ke Mempawah juga melahirkan jaringan dakwah yang terus berkembang hingga wilayah-wilayah lain di Kalimantan Barat.
Editor : Silvina