PONTIANAK POST – Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi menilai jahe gajah memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan berpeluang menembus pasar ekspor melalui Pelabuhan Terminal Kijing. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Program Budidaya Jahe Gajah di Desa Antibar, Minggu (12/7).
Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat melalui pemberdayaan Kelompok Tani Siung Mas. Juli mengapresiasi dukungan PLN dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya budidaya jahe gajah di Kabupaten Mempawah.
"Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.
Baca Juga: PLN Dorong Kemandirian Petani melalui Program Budidaya Jahe Gajah di Mempawah
Menurutnya, selain padi dan jagung, jahe gajah memiliki nilai ekonomi tinggi dan sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan.
"Program ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain komoditas pangan utama seperti padi dan jagung, jahe gajah memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan," katanya.
Juli mengatakan letak strategis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia melalui sejumlah Pos Lintas Batas Negara menjadi peluang bagi pemasaran komoditas pertanian ke pasar internasional.
"Berkaca keberhasilan ekspor jagung dari Kalimantan Barat ke Kuching, Sarawak, maka kita optimis jahe gajah di Desa Antibar ini memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor, khususnya Malaysia yang memiliki permintaan cukup tinggi terhadap komoditas ini," ujarnya.
Baca Juga: Dinkes Mempawah Temukan 28 Kasus Baru HIV Selama Semester Pertama 2026, Mayoritas Kelompok LSL
Ia berharap kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal dan berkelanjutan. Pemkab Mempawah, lanjutnya, akan terus mendukung penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kapasitas petani, serta memperluas kolaborasi untuk memajukan sektor pertanian daerah. (wah)
Editor : Hanif