PONTIANAK POST — Kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) akibat kabut asap tidak menyurutkan semangat guru SD Negeri 09 Mempawah Hilir meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran.
Kepala SDN 09 Mempawah Hilir Hidaya, S.Pd. mengatakan, peningkatan kompetensi guru semakin penting di tengah pelaksanaan BDR di Kabupaten Mempawah. Salah satunya dilakukan melalui Workshop Pembuatan Aplikasi Pembelajaran Berbasis HTML yang digelar melalui Kombel Cyber, Senin (14/9).
“Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan pendampingan sekaligus praktik langsung mengenai dasar pembuatan aplikasi pembelajaran berbasis HTML yang dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran,” terang Hidaya.
Baca Juga: Guru MTs dan MA Ushuluddin Singkawang Didorong Kuasai AI untuk Pembelajaran Berbasis Cinta
Menurutnya, workshop tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan rutin setiap bulan. Melalui BDR, guru memberikan layanan pembelajaran sekaligus memantau kondisi peserta didik melalui platform digital seperti Google Meet, Zoom, dan WhatsApp Group.
“Melalui Kombel Cyber, para guru tidak hanya berdiskusi mengenai pembelajaran, tetapi juga mendapatkan ruang untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pemanfaatan teknologi,” terangnya.
Hidaya mengapresiasi semangat guru mengikuti workshop. Menurutnya, BDR justru dapat menjadi momentum bagi guru untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan, khususnya dalam teknologi pembelajaran.
“BDR bukan berarti guru berhenti belajar. Justru kita harus terus bergerak, belajar, dan berinovasi. Ketika ada guru yang memperoleh ilmu dari pelatihan atau Bimtek, ilmu tersebut dapat dibagikan kepada rekan-rekan lainnya. Dengan demikian, peningkatan kompetensi menjadi kekuatan bersama,” tegasnya.
Ia berharap Kombel Cyber tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi menjadi ruang tumbuh bersama bagi guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. “Kami berkomitmen membangun budaya guru belajar, guru berbagi, dan guru berinovasi,” tegasnya.
Sementara itu, pemateri Robie Firli, S.Pd. mengatakan, berbagi pengetahuan melalui Kombel Cyber akan terus dikembangkan sebagai wadah belajar bersama.
“Insyaallah, pada pertemuan berikutnya pemateri akan bergantian diisi oleh rekan-rekan guru lainnya yang telah mengikuti berbagai pelatihan maupun bimbingan teknis. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan-rekan guru sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ucapnya. (wah)
Editor : Rafael B. Junior