Sebagian masyarakat Kota Pontianak masih asing dengan nama Bukit Rel. Pada zaman kolonial Belanda, ternyata bukit ini pernah dikeruk. Batunya diambil buat pembangunan Jalan Senghie dan sepanjang Jalan Batu Layang. Di Puncak Bukit juga terdapat pantak, tempat ritual masyarakat adat Dayak.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Bukit Rel letaknya masih berada di Kota Pontianak. Persisnya di bagian utara, Kelurahan Batu Layang. Jika dari pusat kota, dibutuhkan waktu 30 menit perjalanan. Pintu masuk menuju bukit, dapat melewati Jalan Panca Bhakti, persis samping Kantor Lurah Batu Layang. Sekitar tiga kilometer perjalanan, sampailah di lokasi Bukit Rel.
Berdasarkan ceritanya dulu, terdapat dua bukit berdiri di sini. Demi kemajuan peradaban kota, satu bukit dikeruk oleh Belanda. Lalu batunya diambil, buat membangun Jalan Senghie dan sepanjang Jalan Batu Layang. Jejak-jejak pengerukan batu masih bisa dilihat. Bekas rel dan pemecah batu yang tersisa mampu membawa kita menerobos ke masa lalu.
Ketinggian Bukit Rel kurang lebih 40 meter. Di puncak bukti dapat ditemukan pantak. Tempat ritual masyarakat adat Dayak. Di sekitaran Bukti Rel, juga dihuni beragam masyarakat.
Pemerintah Kota Pontianak melihat keberadaan Bukit Rel jika dikembangkan benar-benar, dapat menjadi destinasi wisata perbukitan satu-satunya yang dimiliki. Kemarin, Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono, beserta jajaran dan perwakilan Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) datang ke lokasi Bukti Rel, menggunakan sepeda. Tajuk dari kegiatan tersebut Bersih Wisata Bukit Rel.
Edi menyambut baik gagasan menjadikan Bukit Rel sebagai kawasan wisata baru di Kota Pontianak. Ia menilai potensi wisata di sini bisa sebagai destinasi alternatif bagi masyarakat. Untuk mewujudkannya, di tahun ini Pemkot Pontianak akan memulai pembangunan jembatan, termasuk jalan menuju Bukit Rel. "Kita akan mulai untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitasnya, mungkin dalam dua tahun diperkirakan rampung," kata Wako.
Pemkot Pontianak akan menjadikan kawasan Bukit Rel dengan lingkungan yang tetap asri beserta hutan lindungnya, sehingga masyarakat sekitar bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk kesejahteraan. Tak kalah pentingnya bagaimana menjaga lingkungan untuk kelestarian alam bagi anak cucu ke depan. "Saya yakin kawasan ini menjadi potensi wisata, termasuk wisata religi yang ada di Bukit Rel," kata Edi.
Juliansyah, ketua Rumpon tak memungkiri, tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Bukit Rel ini. Oleh sebab itu, melalui kegiatan funbike yang digelar ini, dirinya berharap Bukit Rel mulai banyak dikenal oleh masyarakat. "Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini untuk membantu memperkenalkan Bukit Rel sebagai destinasi wisata baru di Pontianak," tuturnya.
Selaku pegiat komunitas, Juliansyah mengapresiasi kepedulian Pemkot Pontianak untuk mengembangkan kawasan Bukit Rel sebagai tempat wisata baru di Pontianak. Selain itu, ada juga komunitas sepeda yang berencana membuat trek sepeda di kawasan ini.
Anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali menilai, lokasi Bukit Rel memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata. Untuk mewujudkannya, masih menjadi PR besar bagi Pemerintah Kota Pontianak.
“Butuh sinergi banyak pihak, agar ke depan lokasi Bukit Rel benar-benar bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Pontianak. Bagaimana akses menuju kesana, apa saja yang akan dikembangkan di lokasi Bukit Rel sehingga dapat menjadi lokasi wisata yang khas dan menjadi daya tarik. Semua harus disiapkan matang,” ujarnya.
Apa yang menjadi rencana Pemkot Pontianak buat menyulap Bukit Rel sebagai lokasi wisata sudah tentu didukung dan akan menjadi bahan pembahasan pihaknya. “Jika memang berpotensi, mestinya mulai dilakukan perencanaan-perencanaan awal,” tandasnya. (*) Editor : Super_Admin