Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pameran Drawing di Museum, Melihat Wajah Kalbar dalam Sebuah Gambar

Syahriani Siregar • Kamis, 19 Mei 2022 | 14:37 WIB
PERSIAPAN PAMERAN: Beberapa pekerja sedang mempersiapkan pameran seni menggambar dengan konsep
PERSIAPAN PAMERAN: Beberapa pekerja sedang mempersiapkan pameran seni menggambar dengan konsep
PONTIANAK - Sebuah pameran drawing mulai digelar di Gedung Wawasan Nusantara, Areal UPT Museum Jalan A Yani. Ada 71 karya dari perupa, pelajar dan umum dipajang dalam pameran yang digelar 18-22 Mei 2022. Pameran itu mengangkat tema, Menggambar Kalimantan Barat.

Pameran itu resmi dibuka, Rabu, 18 Mei 2022, sore. Ini yang pertama digelarnya pameran drawing. Puluhan peserta, baik dari perupa, pelajar dan umum ikut ambil bagian.

Karya para peserta sudah terpanjang sejak Rabu siang kemarin. Beragam pesan disampaikan dari karya yang terpajang. Mulai dari sosial budaya, kehidupan masyarakat, perkembangan teknologi, budaya dan lainnya sebagainya.

“Untuk di Kalbar ada dua. Satu di Singkawang dan sudah digelar 14 Mei 2022. Hari ini (kemarin) di Pontianak mulai digelar,” kata Koordinator Pameran Drawing, Puji Rahayu saat ditemui di Gedung Wawasan Nusantara siang kemarin.

Puji mengatakan pameran drawing ini digelar bekerjasama dengan Forum Drawing Indonesia untuk menyambut bulan menggambar nasional dimulai 2 Mei 2022 selama satu bulan.

Pameran digelar juga menjadi rangkaian dari peringatan untuk menetapkan Hari Menggambar Nasional yang sedang diusulkan. Hari menggambar nasional itu diusulkan pada bulan Mei. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang juga jatuh pada bulan Mei.

Ia berharap pada bulan Mei itu semua kegiatan seni rupa yang berhubungan dengan aksi menggambar dapat dilaksanakan dan dimaksimalkan selamanya.

“Karena bertepatan dengan Idulfitri, sehingga pelaksanaan pameran diundur. Dari tanggal 14 hingga akhir Mei 2022. Untuk Pontianak, pembukaan pameran drawing bersamaan dengan pembacaan deklarasi Hari Menggambar Nasional,” ungkap Puji.

Puji menambahkan pameran drawing untuk memasyarakatkan seni rupa yang digerakkan oleh perupa masing-masing daerah di Indonesia. Hal ini merupakan aksi nyata perupa untuk masyarakat. Di samping itu pameran Drawing untuk memberikan semangat kebaruan bagi perkembangan seni rupa daerah kearah yang lebih baik dan maju, sesuai perkembangan zaman, dan untuk kemajuan masyarakat.

Ia melanjutkan pameran drawing memberi ruang apresiatif kepada perupa Kalimantan Barat untuk menggelar karya-karyanya agar dijadikan bahan apresiasi publik.

“Sehingga masyarakat Kalimantan Barat dapat mengerti arti penting pelestarian seni budaya yang dimiliki, sekaligus dapat mengenal wajah Kalimantan Barat melalui seni drawing,” ungkap Puji.

Puji menambahkan dalam pameran drawing, Perupa Kalbar mengajak masyarakat melihat langsung wajah sosial budaya Kalbar dalam sebuah gambar. Melalui Pameran Drawing ini, masyarakat Kalimantan Barat dapat memanfaatkan ruang kreatif ini untuk mengembangkan intelektualitas dan kreativitas dalam melihat situasi sosial dan membangun kepedulian akan budayanya sendiri.

“Pesannya dalam drawing, bagaimana menggambar harus jeli melihat kondisi masyarakat, baik dari sisi sosial, ada sesuatu nilai sejarah yang mulai punah. Sebuah keprihatinan, membuat seniman miris. Karya-karya yang menggambarkan pesan keprihatinan terhadap lingkungan,” ujar dia.

Puji tak menampik jika karya pameran akan dibeli masyarakat. Dari pameran itu, harga tertinggi senilai Rp3,5 juta. Sementara harga terendah senilai Rp1 juta. (mse) Editor : Syahriani Siregar
#muse kalbar #wajah kalbar #Menggambar Kalimantan Barat #pameran drawing