Puncak Pergelaran Hari Jadi Kota Pontianak ini akan dimulai dari 20 hingga 24 Oktober 2022, di lingkungan Istana Kesultanan Kadriah Pontianak. Pekan Raya Pontianak adalah sebuah acara hajad kesultanan dalam rangka merayakan ulang tahun Kota Pontianak yang dirayakan bersama masyarakat, dengan berbagai rangkaian kegiatan dan juga perlombaan.
Kegiatan yang diadakan tersebut ialah kegiatan keagamaan diantaranya Mahlul Qiyam, Maulid Agung (peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW), dan Ziarah Makam Kesultanan di Batulayang yang akan dimeriahkan dengan Karnaval Air, yang diikuti ratusan kapal hias dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari kesultanan atau kerajaan di Indonesia.
Selain itu dalam Pekan Raya Pontianak, juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan seni budaya dan entertainment, diantaranya Jepin Massal, Senam Tera, Pagelaran Tari Tidayu, Pemilihan Bujang Dare, dan Senandung Melayu.
Selanjutnya juga dilaksanakan perlombaan olahraga, diantaranya badminton, sepak bola umur 45 tahun ke atas, senam tera, memancing udang, serta perlombaan E-Sport Mobile Legend.
Tidak hanya itu, acara Pekan Raya Pontianak akan dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari Band Arwana, Bujang Bedendang, Wak Man, Ali Akbar, Before Midnight, dan berbagai artis serta penampilan lainnya.
Sultan ke-9 Kesultanan Kadriah Pontianak, Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie menjelaskan, tujuan diselenggarakan Pekan Raya Pontianak dalam rangka hari jadi Pontianak ke-251 di kawasan Istana, ialah untuk mengingat kembali bahwa cikal bakal berdirinya kota Pontianak tidak terlepas dari Istana Kesultanan Kadriah Pontianak.
"Acara yang akan kita laksanakan ini bertempat di wilayah kesultanan Pontianak, salah satunya adalah supaya kita tidak lari daripada sejarah berdirinya kota Pontianak, yakni Istana Kadriah di wilayah Pontianak Timur kelurahan Dalam Bugis. Maka dari itu saya melaksanakan kegiatan Milad Kota Pontianak yang ke-251 ini di lingkungan kawasan Istana Kadriah Kesultanan Pontianak," tuturnya saat jumpa pers di Istana Kadriah Pontianak, Jumat (14/10).
Sultan Melvin juga menuturkan, sebagai negeri yang memiliki masyarakat heterogen namun menjunjung tinggi nilai budaya yang disandarkan pada Kesultanan Pontianak, maka sudah sewajarnya sejak berdiri sebagai kerajaan, kesultanan Pontianak berusaha terus melindungi segala bentuk kebudayaan di tengah masyarakat selama tidak keluar dari aspek yang dianut dan diakui bersama.
Kota Pontianak harus terus berbenah menuju kebermasyarakatan yang lebih baik dari sebelumnya, dan sebagai negeri yang masih menghormati keberadaan kesultanan, maka peringatan tahunan menjadi layak untuk terus memesrakan harmoni kehidupan bermasyarakat dan berkebudayaan yang berlaku di Kota Pontianak.
"Sesuai dengan tema "Dari Kite untok Semue", adalah tema yang diangkat untuk merayakan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan dari semua lapisan dan kalangan masyarakat Pontianak," ujarnya. (birri) Editor : Syahriani Siregar