Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Nadiem Apresiasi dan Bangga Kalbar Punya Banyak SMK Pusat Keunggulan

Syahriani Siregar • Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:45 WIB
BARANG BUKTI: Kasat Reskrim Polres Mempawah Iptu Muhammad Resky Rizal memperlihatkan barang bukti berupa pakaian korban, Kamis (23/7).  WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST
BARANG BUKTI: Kasat Reskrim Polres Mempawah Iptu Muhammad Resky Rizal memperlihatkan barang bukti berupa pakaian korban, Kamis (23/7). WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST
PONTIANAK - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim menyampaikan apresiasi dan juga kebanggan terhadap Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang telah memiliki banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan (PK). Seperti diketahui provinsi ini memiliki 28 SMK PK yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Menteri Nadiem menilai capaian ini sangat baik karena hampir 25 persen dari total jumlah SMK Negeri yang ada di Kalbar telah menjadi SMK PK.

"Tentu tidak semua provinsi dapat mencapainya. SMK Pusat Keunggulan merupakan program yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek, dan untuk Kalbar dengan jumlah 28 SMK PK merupakan capaian yang bagus, mengingat tidak semua SMK mampu menjadi SMK PK," ungkapnya saat audiensi dengan Gubernur Kalbar beserta jajaran di ruang kerja Gubernur, Senin (24/10).

Seperti diketahui SMK PK adalah pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam meningkatkan kualitas dan kinerja. Dimana juga diperkuat dengan kemitraan serta penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja. Hingga akhirnya menjadikan SMK PK sebagai rujukan bagi SMK lainnya, yang berfungsi sebagai pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK itu sendiri dan SMK lain di sekitarnya. SMK PK juga sekaligus menjadi pusat pelatihan bagi belasan sekolah di sekitarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar Rita Hastarita yang ikut serta saat audiensi Mendikbudristek bersama Gubernur Kalbar menambahkan, SMK PK bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang lebih mudah terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. Ia menyebutkan 28 SMK PK yang ada di Kalbar saat ini, tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Pertama di Kota Pontianak ada sembilan SMK PK. Yaitu SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7, SMKN 8, SMKN 9 dan SMKS Santa Maria. Kemudian Kota Singkawang memiliki tiga SMK PK, antara lain SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3. Lalu di Kabupaten Mempawah ada dua SMK PK, yakni SMKN 1 Mempawah Timur dan SMKN 1 Mempawah Hilir. Di Kabupaten Sambas juga ada dua SMK PK, yaitu SMKN 1 Sambas dan SMKN 2 Pemangkat. Selanjutnya di Kabupaten Sintang ada empat SMK PK, yaitu SMKN 1 Sintang, SMKN 1 Sepauk, SMKS Budi Luhur dan SMKS Muhammadiyah.

Sementara itu di Kabupaten Kubu Raya ada dua SMK PK, yaitu SMKN 1 Sui Raya dan SMKN 1 Sui Kakap. Di Kabupaten Ketapang sudah ada empat SMK PK, yaitu SMKN 1, SMKN 2, SMKN 1 Nanga Tayap dan SMKN 1 Air Upas. Selanjutnya di Kabupaten Kayong Utara ada satu SMK PK, yaitu SMKN 1 Simpang Hilir, dan di Kabupaten Landak juga ada satu, yaitu SMKN 1 Ngabang.

"Saat ini 28 SMK PK memiliki unit produksi dan Teaching Factory (Tefa), mereka memproduksi berbagai produk seperti bibit tanaman, produksi bokhasi, makanan, kriya kayu, jasa perhotelan, jasa laundry, desain komunikasi visual, digital printing, bisnis center, bengkel sepeda motor, pengolahan hasil pertanian, produksi pupuk organik, green house, dan budidaya tanaman," paparnya.

Itu semua kata Rita, merupakan hasil kerjasama dengan dunia usaha dalam membantu menyediakan sarana dan prasarana (sarpras), menyusun kurikulum bersama dunia usaha, penyediaan guru tamu, pembimbingan praktek, dan penyediaan tempat magang.

"Keuntungan lainnya (SMK PK) adalah menjadi prioritas dalam pemberian bantuan dari Kemendikbudristek," katanya.

Itu semua dilakukan agar kompetensi yang dimiliki pelajar sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia usaha atau dunia industri. Bahkan beberapa tempat teaching factory menurutnya telah dibuat sedemikian rupa yang sama persis dengan tempat dunia usaha. Seperti dicontohkan Rita, teaching factory bengkel pada beberapa SMKN yang bekerjasama dengan salah satu penyedia kendaraan bermotor, di sana diberikan bantuan peralatan service kendaraan bermotor dengan interior yang sama dengan bengkel aslinya. Dan sekolah tersebut juga sudah membuka layanan umum service kendaraan sehingga pelajar di sana menjadi siap kerja.

"Serta banyak kerjasama lainnya dengan perusahaan perkebunan, perhotelan yang siap menerima tamatan SMK," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim telah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) pertama kalinya di Kalbar. Sebelum mengikuti beberapa agenda di bumi Tanjungpura ini, Menteri Nadiem terlebih dahulu melakukan audiensi dengan Gubernur Kalbar Sutarmidji di Ruang Kerja Gubernur, Senin (24/10).

Kemudian di hari yang sama Menteri Nadiem juga mengunjungi sekolah penggerak di Kota Pontianak. Lalu di hari kedua, Selasa (25/10), Menteri Nadiem berkunjung ke Kabupaten Sanggau untuk meninjau pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). (bar) Editor : Syahriani Siregar
#nadiem #smk #apresiasi #pusat #bangga #keunggulan