Hal tersebut diungkapkan Ria Norsan saat membuka rapat Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se Provinsi Kalbar pada Kamis (22/12).
"Saya yakin upaya yang kita lakukan dalam percepatan penurunan stunting akan membuahkan hasil signifikan," ungkap Ria Norsan.
Norsan mengungkapkan angka stunting harus terus ditekan diantaranya dengan perbaikan pola asuh dan makan. Terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang harus menjadi perhatian. Karena stunting akan berdampak pada pertumbuhan anak baik fisik maupun kemampuan berpikir.
Ketua TPPS Provinsi Kalbar ini juga mengingatkan pemerintah kabupaten kota untuk terus memacu kinerja dalam upaya percepatan penurunan stunting. Terlebih para wakil kepala daerah sudah ditetapkan sebagai ketua TPPS ditingkat kabupaten kota.
"Wakil bupati dan wali kota harus bekerja keras jangan kendor untuk terus semangat bekerja," pesannya.
"Kita niatkan untuk ibadah karena ini untuk masyarakat bekerja semaksimal mungkin terus bergerak dan bekerja," tambahnya.
Norsan menyebutkan TPPS Provinsi Kalbar akan terus memacu berbagai kinerja dan inovasi dalam percepatan penurunan stunting. Terbaru dengan menggandeng bunda asuh stunting dari lintas sektor. Di antaranya dari Tim Penggerak PKK se Kalbar, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kalbar.
"Identiknya pengasuhan anak pada ibu, makanya ibu-ibu kita harapkan juga bisa bergerak untuk menekan angka stunting," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Ria Norsan juga memberikan apresiasi kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Kalbar dalam upaya percepatan penurunan stunting. Disamping itu dirinya juga mengapresiasi berbagai mitra kerja yang telah berkontribusi dalam penurunan stunting di Provinsi Kalbar.
"Kita saling bahu membahu dan kerja keroyokan untuk menurunkan stunting," tutupnya.(iza) Editor : Syahriani Siregar